Round-Up

Sanksi Berat Wakil Ketua KPK Lili Hanya Dipotong Rp 1,85 Juta dari Gaji

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 06:34 WIB
Lili Pintauli Siregar
Foto: Lili Pintauli Siregar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pengawas (Dewas) KPK menyatakan Wakil Ketua Lili Pantauli Siregar melakukan pelanggaran kode etik berat. Lili terbukti bertemu secara langsung dengan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial, yang berstatus terperiksa. Tapi Dewas hanya menjatuhi hukuman pemotongan gaji pokok.

Lili periode Februari hingga Maret 2020 berkenalan dengan Syahrial, di pesawat dalam perjalanan dari Kualanamu ke Jakarta. Padahal saat itu Syahrial sudah berstatus terperiksa dalam kasus dugaan korupsi di Pemko Tanjung Balai.

"Setelah mendarat mereka lakukan swafoto," kata Albertina Ho, dalam sidang etik yang disiarkan virtual, Senin (30/8/2021).

Lili dan Syahrial komunikasi intens seusai berkenalan, sebab Lili memberikan nomor ponselnya. Awalnya, komunikasi Lili dengan Syarial berkaitan dengan pembayaran uang jasa pengabdian Direktur PDAM Tirta Kualo, Ruri Prihartini Lubis.

Tapi kemudian, Lili memberitahu bahwa ke Syahrial bahwa namanya 'harum' dalam penyidikan kasus dugaan suap Pemko Tanjung Balai. Ada dugaan aliran uang Rp 200 juta.

Albertina Ho juga membacakan percakapan Lili dengan Syahrial. Berikut percakapannya:

"Ini namamu ada di meja, Rp 200 juta bikin malu, masih kau ambil," ucap Lili yang disebut oleh Albertina.

"Itu perkara lama, Bu. Tolong dibantu," jawab Syahrial.

"Terperiksa jawab: Berdoalah kau," kata Lili.

Tidak hanya itu pelanggaran etiknya. Mantan anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu juga terbukti 'menjual' nama KPK. Lili membawa embel-embel pimpinan KPK untuk pengurusan penyelesaian di PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai, atas nama Ruri Prihartini.

"Terperiksa memberikan pengaruh yang kuat kepada Syahrial dan Direktur PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai Zuhdi Gobel untuk membayar uang jasa saudaranya. Surat Ruri ke Direktur PDAM yang ada tembusan ke KPK diterima Zuhdi Gobel. Maka, Zuhdi membuat surat ke Dewas, yaitu Yusmada untuk menyetujui pembayaran jasa pengabdian," kata Albertina Ho.

"Total Rp 53.334.640,00," lanjutnya.

Lili melakukan 2 pelanggaran etik, yang kemudian dinyatakan oleh Dewas KPK sebagai pelanggaran etik berat. Tapi Lili cuma dijatuhi sanksi pemotongan gaji pokok.

Simak video 'Dewas KPK: Tindakan Lili Pintauli Awal dari Perbuatan Koruptif':

[Gambas:Video 20detik]



Baca di halaman berikutnya.