KPAI Minta 3 Pemuda di Bali Pemerkosa Bocah Dihukum Berat: Tak Ada Toleransi!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 06:13 WIB
Ketua KPAI Dr Susanto MA
Foto: Dokumentasi 20detik
Jakarta -

Seorang bocah berusia 11 tahun di Bali menjadi korban pemerkosaan tiga pemuda. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta para pelaku diganjar hukuman berat.

"Proses hukum seberat-beratnya bagi pelaku. Tak ada toleransi," kata Ketua KPAI Susanto kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati juga mengungkap hal yang sama. Dia meminta agar korban mendapat rehabilitasi yang maksimal.

"KPAI berharap bahwa korban mendapat rehabilitasi semaksimal mungkin, dilindungi dan dipenuhi hak-haknya, kemudian juga tetap mendapatkan hak berpendidikan dan kebutuhan dasar lainnya," ucapnya.

KPAI menyayangkan adanya kejadian itu. Menurut Rita, kejadian ini sangat memilukan bagi korban yang harus menghadapi situasi yang tidak mudah.

"Kalau dari aspek hukuman pelaku tentu hukum seberat-beratnya dan ini menjadi situasi yang nggak mudah. Itu dari bulan Mei sampai sekarang itu kan cukup memakan korban, artinya kan korban juga mengalami situasi yang sangat tidak mudah," ujarnya.

Seperti diketahui, aksi bejat dilakukan tiga pemuda di Balik arena memperkosa seorang bocah sekolah dasar (SD) berusia 11 tahun. Anak berinisial KIS itu diperkosa di kos-kosan di Banjar Bersih, Kabupaten Badung.

Ketiga pemuda yang melakukan aksi bejat tersebut bernama I Made Sugiantara alias Kalih (19), I Ketut Januada alias Goyoh (21), dan I Nengah Suparsa alias Kaplik (20). Ketiga pemuda itu berasal dari Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

"Motifnya pelaku merasa tertarik melihat korban dan nafsu melihat korban. Modus operandi dengan bujuk rayu dan memberikan uang, tersangka kemudian menyetubuhi korban," kata Kapolres BadungBaliAKBP Leo Dedy Defretes dalam keterangan tertulis yang diterimadetikcom, Senin (30/8).

Dedy menuturkan kejadian itu diketahui pada Sabtu (21/8), sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu orang tua korban mendapat informasi dari anaknya berinisial PDD bahwa adiknya KIS telah dirayu dan disetubuhi oleh seorang laki-laki dewasa. Orang tua kemudian menanyakan informasi tersebut kepada korban.

Setelah didesak, akhirnya korban mengakui bahwa sekitar Mei 2021, ia disetubuhi oleh pelaku yang bernama I Made Sugiantara alias Kalih sebanyak dua kali. Setelah menyetubuhi, pelaku memberikan uang kepada korban sebesar Rp 100 ribu sebanyak dua kali dan meminta korban tutup mulut.

Tak sampai di situ, pelaku Kalih juga menawarkan korban kepada pelaku lain yang bernama I Nengah Suparsa alias Kaplik. Setelah merayu dan membujuk korban, akhirnya Kaplik menyetubuhi korban bersama temannya bernama I Ketut Januada alias Goyoh.

Setelah berhasil menyetubuhi korban, pelaku memberikan korban uang sebesar Rp 150 ribu dan Rp 100 ribu. Pelaku juga meminta kepada korban agar tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain.

Lihat juga video 'Bejat! Marbut Masjid Cabuli 16 Anak di Makassar':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/zak)