Buruh On Air di RRI Tolak Revisi UU Naker

Buruh On Air di RRI Tolak Revisi UU Naker

- detikNews
Selasa, 04 Apr 2006 13:22 WIB
Jakarta - Long march ribuan buruh sempat terhenti di depan Gedung RRI saat hendak menuju Istana Negara. Selama 5 menit buruh diberi kesempatan siaran langsung di radio milik publik itu.Sebanyak 4 perwakilan buruh yakni Koordinator Lapangan Bayu Murninto,Sunarti, Emi Sri Wahyuni, dan Sasro diterima Kepala Penyiaran Program RRI Gafar di Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2006).Setelah bernegosiasi, RRI akhirnya bersedia memberikan waktu 5 menit bagi buruh untuk membacakan pernyataan sikap yang menolak revisi UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 12 Tuntutan buruh yang tertuang dalam pernyataan sikap pun dibacakan."Kami akan tetap melakukan unjuk rasa hingga 1 Mei 2006 sampai pemerintah mencabut revisi UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 karena isinya sangat memberatkan buruh," kata Bayu.Dikatakan dia, semua pekerjaan yang dikontrak kurang dari 5 tahun jika di-PHK harus mendapat pesangon. Demikian pula dengan pekerja yang kurang dari 1 tahun apabila di-PHK tetap dapat pesangon.Selanjutnya, santunan program pensiun buruh tidak dihapuskan. Santuan buruh yang meninggal mendapat 2 kali nilai pesangon dan penghargaan serta uang ganti rugi.Sementara di luar gedung RRI, suasana sempat memanas saat 20 sepeda motor polisi melintas di depan RRI menuju Jalan Thamrin."Huuuu, huuuuu!" teriak buruh.Beberapa buruh bahkan terlihat akan melempari polisi dengan batu. Namun niat itu dilarang korlap.Setelah puas siaran langsung, buruh melanjutkan long march menuju Istana Negara.Buruh tiba di kantor Presiden SBY itu pukul 13.00 WIB. Kedatangan mereka 'disambut' ribuan polisi yang telah membuat pagar betis di depan Istana Negara.Hingga pukul 13.15 WIB, buruh terus melakukan orasi dan aksi masih berlangsung dengan tertib. (aan/)


Berita Terkait