Turis Australia Di-sweeping Mahasiswa Makassar
Selasa, 04 Apr 2006 12:06 WIB
Makassar - Pemberian visa 42 warga Papua dan pemuatan karikatur Presiden SBY membuat mahasiswa Makassar meradang. Turis asal Australia pun jadi sasaran empuk sweeping mahasiwa setempat.Hotel Sahid di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, menjadi target pertama sweeping yang dilakukan 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar sekitar pukul 11.30 Wita, Selasa (4/4/2006). Mahasiswa mendatangi hotel itu dengan menumpang mobil pick up dan sepeda motor.Namun kedatangan mahasiswa ini telah tercium aparat kepolisian dari Polwiltabes Makassar. Baru menginjakkan kaki di muka gerbang Hotel Sahid, langkah mahasiwa pun terhenti. Sebanyak 20 personel polisi membuat pagar betis di depan hotel bintang lima ini.Negosiasi pun dilakukan mahasiswa dan aparat. Mahasiswa berusaha untuk diperkenankan masuk ke dalam hotel. Namun, aparat bersikeras melarang.Mahasiswa yang mengenakan jas almamater warna hijau akhirnya sepakat meminta pihak Hotel Sahid menemui mereka."Kami mengecam tindakan Australia yang memberikan visa dan memuat karikatur presiden yang tidak senonoh itu. Jika tidak direspons, kami akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi," ancam salah seorang orator.Setelah berorasi selama 30 menit, Kepala Penanggung Jawab Resepsionis Hotel Sahid Saparuddin bersedia menemui mahasiswa. "Sejak peristiwa itu terjadi, pihak kami sudah tidak menerima orang Australia lagi. Kami berjanji tidak akan menerima warga Australia untuk sementara waktu ini," kata Saparudin.Tidak puas hanya dengan kata-kata, mahasiswa meminta Saparudin memuat janji tersebut secara tertulis lengkap dengan stempel Hotel Sahid.Permintaan itu dipenuhi dan mahasiswa pun puas lalu bergegas meninggalkan hotel ini untuk kembali ke kampus."Kami akan melanjutkan aksi besok dan akan melakukan sweeping yang sama ke sejumlah hotel di Makassar," ujar mahasiswa.
(aan/)











































