Badan Pangan Nasional Terbentuk, Legislator PKB Beri Catatan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 14:10 WIB
Daniel Johan
Foto: Daniel Johan
Jakarta -

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional akhirnya terbit setelah 9 tahun sejak diamanatkan dalam UU tentang Pangan yang kini diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB, Daniel Johan, memberi catatan atas Badan Pangan Nasional.

Daniel berharap Badan Pangan Nasional dapat menyelesaikan persoalan pangan dan mengatasi kelangkaan kebutuhan bahan pokok, harga melampung tinggi hingga impor yang membanjiri pasar dalam negeri. Daniel menyebut, sederet kewenangan Badan Pangan Nasional seperti dijelaskan dalam Pasal 3 dapat membantu Indonesia terhindar dari krisis pangan.

"Dengan kewenangan yang dimiliki Badan Pangan Nasional rakyat Indonesia menaruh harapan besar terhadap Badan Pangan Nasional untuk menyelesaikan persoalan pangan nasional yang tidak kunjung selesai, harga mahal, pangan langka, data pangan yang tumpang tindih antar lembaga. Kita harpakan ini semua terselesaikan," kata Daniel, Senin (30/8/2021).

Daniel menyebut kinerja Badan Pangan Nasional dinantikan masyarakat. Sebab, Dalam pasal 28 dijelaskan (1) menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan mendelegasikan kewenangan kepada Badan Pangan Nasional dalam hal: perumusan kebijakan dan penetapan kebijakan stabilisasi harga dan distribusi pangan dan perumusan kebijakan dan penetapan kebutuhan ekspor dan impor pangan.

Selain itu, menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian mendelegasikan kewenangan kepada Badan Pangan Nasional dalam hal perumusan kebijakan dan penetapan besaran jumlah cadangan pangan pemerintah yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara di bidang pangan dan perumusan kebijakan dan penetapan harga pembelian pemerintah dan rafaksi harga.

"Rakyat Indonesia menunggu langkah-langkah dari Badan Pangan Nasional dan tentunya kita berharap Badan Pangan Nasional dipimpin oleh orang yang mengerti persoalan pangan nasional," katanya.

(gbr/tor)