Dubes RI Jangan Dibalikin Dulu ke Australia
Selasa, 04 Apr 2006 09:08 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif meminta rencana pengembalian Dubes RI Hamzah Thayeb ke Australia dipertimbangkan matang-matang. Ini penting untuk menghindari kesan Indonesia sebagai bangsa lemah yang selalu mengalah. Karena dari protes-protes yang dilayangkan Indonesia belum mendapatkan respon yang positif."Kita bukan klien Australia, lebih baik nanti dulu, kita lihat bagaimana sikap Australia apa sudah berubah atau tidak," kata Zaenal kepada detikcom, Selasa (4/4/2006).Zaenal menilai Presiden SBY belum menunjukkan sikap tegas dan keras atas prilaku Australia yang dinilainya semakin hari semakin kurang ajar.Zaenal mengingatkan SBY, jika sikap Presiden terhadap Australia hanya sebatas retorika, Indonesia tidak akan pernah lagi dipandang oleh Australia dan negara-negara lainnya."Presiden belum begitu tegas. Kita harus bersikap tegas kalau soal harga diri bangsa. kalau kita tidak ingin dilecehkan terus," tambah Zaenal.Menurut calon Ketua Umum PBR ini, pemerintah RI tidak perlu khawatir dengan Australia karena Indonesia bisa mandiri dan menjalin hubungan dengan negara lain selain Australia. "Kita tidak minta makan ke Australia kenapa takut," tambah Zaenal.Terkait rencana kunjungan anggota Komisi I DPR RI ke Australia, Zaenal tidak mempersoalkan hal tersebut. Menurutnya keberangkatan sejumlah anggota komisi tersebut tepat untuk untuk menjelaskan yang sesunguhnya terjadi, sehingga tidak disalahpahami. "Tidak masalah lah, apalagi kan biayanya tidak dibebankan pada negara, saya mendukung jika ini didasari pada nurani," ungkap Zaenal.Disinggung mengenai anggota parlemen Australia yang sedang memasuki masa reses, Zaenal mengatakan anggota Komisi I yang akan berangkat sudah mengetahui hal tersebut dan mempertimbangkan masak-masak apa yang akan dilakukan di Australia.
(ddn/)











































