Sindir Tetangga Baru 15% Vaksinasi, Anies Bicara Tak Boleh ke Selain DKI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 19:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat doorstop di Balai Kota DKI Jakarta
Foto: Tiara Aliya/detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan perbandingan pemenuhan target vaksin antara DKI Jakarta dan wilayah lain. Tapi Anies mengatakan vaksin yang ada di Jakarta tidak bisa dipakai di luar Jakarta.

"Problemnya adalah kami nggak boleh masuk yang bukan wilayah DKI dan tapi kita koordinasi dan lain dikerjakan. Malah justru menurut kami ini tantangan penting untuk membuat sebuah kerja struktural agar di sebuah kawasan ada mekanisme bekerja bersama," ujar Anies Baswedan saat Kongres Nasional II KA KAMMI yang disiarkan secara virtual, Sabtu (28/8/2021).

Data Pemprov DKI Jakarta menyebut, ada 9.554.298 warga di DKI yang telah menerima suntikan vaksin Corona dosis pertama dan 5.317.949 orang yang menerima dosis kedua. Di situs corona.jakarta.go.id, sasaran total vaksinasi berjumlah 8.941.211.

Dari data tersebut, Anies menyebut target vaksinasi di Jakarta sudah terlampaui atau 105 persen. Angka ini merupakan hasil penyuntikan lebih dari 200 ribu orang dengan vaksin COVID-19 di Jakarta setiap hari.

"Di Jakarta ini tiap hari ini bisa memvaksin lebih 200 ribu orang per hari. Kenapa bisa? Kita punya 300 puskesmas lebih, dan 300 puskesmas lebih itu pemanasan terus dalam setahun dengan sistem distribusi itu. Sehingga sekarang kalau ditanya Jakarta target vaksinasi kita sudah 105 persen tercapai itu terlampaui, sementara tetangga ada yang masih 15, ada yang 20 persen," tuturnya.

Urgensi Masalah Perkotaan

Gubernur Anies Baswedan menyoroti soal masalah perkotaan yang semakin mendesak. Masalah perkotaan akan lebih dominan dibandingkan masalah perdesaan.

"Bagi kita di Pemprov DKI Jakarta, dalam kenyataannya, masalah-masalah besar yang dihadapi oleh masyarakat banyak yang bermula dari perkotaan. Perkotaan ke depan akan menjadi lebih dominan," kata Anies.

Anies memproyeksikan 70 persen manusia akan hidup di kota dalam 30 tahun mendatang, sehingga kebijakan di wilayah perkotaan akan berdampak besar.

"Di tahun 2009, lebih banyak penduduk Indonesia tinggal di kota daripada di desa. Diproyeksikan, pada 2050, 70 persen penduduk di dunia akan berada di perkotaan. Karena itulah pengelolaan keputusan-keputusan di perkotaan itu sangat besar dampaknya," ujarnya.

Lihat Video: Anies Pamer Varksinasi Covid-19 DKI Sudah 105%: Tetangga Masih 15%

[Gambas:Video 20detik]



(aik/idh)