Kunjungan DPR ke Australia Kontraproduktif
Selasa, 04 Apr 2006 08:50 WIB
Jakarta - Rencana keberangkatan sejumlah anggota Komisi I DPR RI ke Australia terusmendapat sorotan. Anggota Komisi I Djoko Susilo menilai keberangkatan kawan-kawan di komisinya hanya menunjukkan Indonesia sangat lemah di mata Australia."Saya tidak setuju dengan rencana anggota Komisi I yang ke Australia. Ini kontraproduktif dengan penurunan tingkat hubungan diplomatik yang terjadi," ujar Djoko saat dihubungi detikcom Selasa, (4/4/2006).Menurut politisi asal PAN ini, seharusnya anggota DPR mendukung sikap pemerintah yang sedang melakukan protes keras pada Australia yang memberikan visa sementara pada 42 warga Papua.Kesatuan langkah ini penting untuk menghindari adanya kesan terjadi perbedaan antara parlemen dan pemerintah. "Mestinya DPR mendukung policy tidak oleh ada kunjungan pejabat tingi RI ke Australia," tambah Djoko.Djoko khawatir jika keberangkatan sejumlah anggota komisi satu ini hanya akan menambah masalah. Seperti, saat sampai di Australia tidak ditemui anggota parlemen karena saat ini mereka juga sedang reses selama bulan April dan baru bersidang lagi pada 9 Mei 2006."Kenapa harus menunduk-menunduk menjelaskan ke Canberra. Malah bisa saja dilecehkan, tidak dikasih visa," kata Djoko.Sejumlah anggota Komisi I DPR RI berencana melakukan kunjungan ke Australia. Rencana ini dilakukan untuk melobi pemerintah Australia agar mau mencabut pemberian visa sementara pada 42 warga Papua.Mereka yang akan berangkat antara lain ketua komisi I DPR RI Theo L Samboaga (FPG), Yuddy Krisnandi (FPG), Happy Bone Zulkarnain (FPG), AS Hikam (FPKB), Jeffrey J Massie (FPDS), Dedhy Djamaluddin Malik (FPAN), Effendi Simbolon (FPDIP), dan Ali Muchtar Ngabalin (FBPD).
(ddn/)











































