Warga di Asahan Setop Buang Sampah Sembarangan Gegara 'Ada yang Kesurupan'

Perdana Asahan - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 17:09 WIB
Plang menyeramkan di Asahan (Perdana-detikcom)
Plang menyeramkan di Asahan (Perdana/detikcom)
Asahan -

Kelakuan warga yang sering membuang sampah sembarangan membuat kesal lurah di Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Dia pun membuat peringatan dengan plang yang ternyata efektif. Apa isi posternya?

Plang dengan peringatan menyeramkan itu berada di Kelurahan Mutiara, Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumut. Poster itu berisi peringatan soal ada warga yang kesurupan setelah membuang sampah sembarangan.

"Dilarang buang sampah di sini. Kemarin ada yang kesurupan. Buang sampah sembarangan sumpahi miskin 7 turunan", demikian isi poster di pinggir Jalan Budi Utomo, Kisaran, tersebut seperti dilihat detikcom, Sabtu (28/8/2021).

Plang tersebut dipasang di pinggir jalan, tepatnya di depan salah satu rumah kosong yang sudah lama tak berpenghuni. Lurah Mutiara, Syamsul, mengatakan tak ada lagi warga yang membuang sampah di lokasi itu setelah plang dipasang.

"Itu dipasang tiga hari lalu. Dampaknya sekarang lumayan, nggak ada yang buang sampah lagi di sana. Biasa tiap pagi, habis Subuh saya selalu jaga di situ sama anggota menghalau warga supaya jangan buang sampah di situ," kata Syamsul.

Plang menyeramkan di Asahan (Perdana-detikcom)Kondisi sampah menumpuk sebelum ada plang peringatan awas kesurupan (dok. Istimewa)

Menurut Syamsul, ide membuat plang itu datang dari perangkat kelurahannya. Menurutnya, mereka pernah membuat imbauan larangan membuang sampah tapi tetap tak dipatuhi warga.

"Sudah pernah dipasang imbauan jangan buang sampah di situ, tapi tetap juga ada warga yang bandel buang sampah. Jadi dibuatlah dengan bahasa yang seperti itu, ternyata efektif juga," kata dia.

Plang menyeramkan di Asahan (Perdana-detikcom)Plang menyeramkan di Asahan (Perdana/detikcom)

Dia mengatakan pihak kelurahan telah memfasilitasi warga dengan menyediakan petugas becak bermotor pengangkut sampah ke rumah-rumah warga dengan iuran setiap bulannya. Namun ada warga yang enggan membayar dan memilih membuang sampah sembarangan.

"Kalau masyarakat kita sarankan itu buang sampah ke petugas yang setiap hari lewat, itu ada becak roda tiga tiap pagi sampah dikutip dari rumah. Biayanya sekitar Rp 15 ribu sebulan. Tapi ini kebanyakan yang buang sampah di sini orang perumahan, bukan dari kelurahan kita. Dia lewat sambil jalan buang ke sini," kata dia.

Lokasi itu sekarang sudah bersih dari sampah. Syamsul pun berharap warga tidak lagi membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

(haf/haf)