Cerita Mega Semangati Jokowi untuk Tegar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 13:16 WIB
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Jakarta -

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan dirinya dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah berbincang masalah pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan upaya vaksinasi untuk mengatasinya. Dalam perbincangan tersebut, Mega menyemangati Jokowi agar tegar menghadapi situasi pandemi.

"Barusan telah disampaikan oleh Bapak (Presiden Jokowi) situasi kondisi yang namanya berjalan dari negara kita tercinta, Republik Indonesia. Apa yang Bapak Presiden tadi katakan, kalau Bapak belum lupa, kita pernah berbincang mengenai pandemi dan vaksinasi," kata Mega dikutip dari video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (28/8/2021).

Video itu merekam kegiatan pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara pada 25 Agustus lalu. Dalam kesempatan tersebut, Mega mengatakan dirinya meminta Presiden Jokowi tegar karena masalah COVID-19 terjadi tak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

"Waktu bertemu, saya bilang, 'Bapak yang tegar'. Saya bilang, 'Ini tidak hanya kita saja, seluruh dunia'. Kita belum tahu kecepatan antara vaksinasi dan artinya sebagai bagian dari pengobatan dan meruntuhkan virus ini berapa lama," sambung Mega.

Mega menyebut, untuk memulihkan negara dari situasi pandemi, pemerintah memang berkejaran dengan mutasi COVID-19, yang memunculkan varian-varian baru. Menurut Mega, hal terpenting untuk mengatasi penularan COVID-19 adalah sikap disiplin masyarakat dan sosialisasi vaksin bukan berfungsi sebagai obat, melainkan untuk meningkatkan imunitas.

"Memang disebutkan ini berkejaran, makanya menjadi ada banyak varian. Kita sudah sampai pada sebuah varian Delta. Tapi yang paling penting sebenarnya, inti dari persoalan itu adalah, satu, kedisiplinan dari masyarakat dan pengetahuan singkat dari masyarakat bahwa sebetulnya vaksin itu bukan obat, tapi membuat imunitas kita menjadi tinggi," jelas Mega.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.