Epidemiolog Minta RI Waspadai Lonjakan Kasus Corona Medio September

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 06:30 WIB
POster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengindikasikan masih banyak kasus Corona yang belum terdeteksi. Pakar epidemiologi mengingatkan kurangnya deteksi dini kasus Corona dapat meningkatkan angka kematian hingga lonjakan kasus Corona.

"Masih sangat banyak kasus yang tidak terdeteksi dan sekali lagi test positivity rate kita mau 2 tahun kita masih selalu di atas 10 persen, dan jangankan lebih dari setahun ya, sebulan saja test positivity rate itu dampaknya luar biasa pada kasus di masyarakat dan pada kematian," kata epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Menurut Dicky, deteksi dini kasus Corona di Indonesia masih minim. Bahkan, dia menyebut testing Corona saat ini cenderung menurun.

"Terakhir kemarin yang diperiksa tanggal 26 Agustus 120 ribuan yang diperiksa dengan test positivity rate totalnya di 12 persen. Bahkan kalau lihat PCR saja test positivity rate mendekati 31% itu sangat tinggi, berapapun di atas 10% pun artinya tidak terkendali pandemi," jelasnya.

Berbicara penurunan kasus, kata Dicky, juga harus disertai dengan positivity rate yang juga menurun. Dicky mengatakan kasus Corona dikatakan turun jika positivity rate tes Corona mulai rendah.

"Jadi kalau bicara penurunan di tengah test positivity rate yang tinggi ya tidak valid, jelas tidak valid, jadi argumentasinya nggak kuat, akhirnya ini berpengaruh pada validitas data lainnya, dan angka kematian, dan sekali lagi di tengah angka kematian yang ini tinggi loh," kata dia.

Epidemiolog, Dicky Budiman. (Dok pribadi)Foto: Epidemiolog, Dicky Budiman. (Dok pribadi)

Krisis Varian Delta Belum Selesai

Dicky mengingatkan bahwa Indonesia belum lepas dari Corona varian Delta. Dia juga berbicara kemungkinan lonjakan kasus Corona kembali terjadi pada pertengahan September jika tidak dilakukan mitigasi.

"Sepertinya kita belum selesai krisis Delta dan saya sampaikan potensi lonjakan baru ada di pertengahan September ini kalau mitigasinya masih seperti ini dan angka kematian juga ada potensi meningkat tentu biasanya 3 minggu setelah lonjakan," jelas Dicky.

Lonjakan kasus Corona itu, kata Dicky kemungkinan akan terjadi di Pulau Jawa dan Bali pada daerah dengan cakupan testing masih rendah.

"Dari Jawa pun masih ada terutama di pedesaan dan perkampungan yang masih belum mencapai status test positivity rate 8 persen yang disebut moderat, ini yang menjadi permasalahan, ini yang akan membuat kondisi krisis ini menjadi pandemi kita lama nih dan nanti naik turun, terutama yang akan dilihat dan dirasakan masyarakat adalah banyaknya kematian karena di sisi lain vaksinasi belum menjangkau separuh dari penduduk sehingga kematian ini yang akan terjadi," tutur dia.

Simak video 'Temuan WHO: Seperempat Penyintas Corona di Dunia Alami Long Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Simak penjelasan soal prediksi lonjakan Corona pertengahan September.