Sudah 200 Ribu, Pemerintah Kejar Target Testing COVID 400 Ribu/Hari

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 22:54 WIB
Pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan testing dan tracing di permukiman padat penduduk guna memutus mata rantai penyebaran Corona.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Upaya pemerintah dalam menggencarkan 3T (testing, tracing, treatment) mulai menunjukkan hasil positif. Tingkat testing di sejumlah daerah mulai naik, di sisi lain positivity rate justru menurun.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan capaian ini perlu dipertahankan lewat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

"Seperti kita ketahui, 3T adalah serangkaian upaya yang kita gencarkan secara nasional, bertujuan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Ini adalah ikhtiar yang harus dikuatkan, terutama untuk menghadapi varian delta yang sangat menular, agar tidak ada keterlambatan deteksi dini maupun penanganan pasien," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/8/2021).

Diketahui berdasarkan data minggu lalu seluruh provinsi berhasil mencapai standar testing rate yang ditetapkan. Hal ini sesuai dengan Inmendagri tentang pemberlakuan PPKM berlevel di Jawa Bali dan luar Jawa Bali. Sementara, standar tingkat testing dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah 1:1.000 penduduk per minggu untuk mengukur upaya surveilans yang dilakukan.

Sementara positivity rate nasional per 25 Agustus 2021 berada di angka 18,2%. Artinya telah terjadi penurunan yang cukup signifikan dibandingkan pada puncak pandemi yang sebesar 30,54%. Bahkan, positivity rate di DKI Jakarta sudah berada di bawah 15%.

"Fokus pemerintah pada penguatan 3T mulai memperlihatkan hasil. Capaian ini menunjukkan optimisme, bahwa kita mampu mengejar target testing dari yang saat ini berkisar 200.000 menjadi 400.000 tes per hari, agar penularan virus lebih cepat terkendali. Didukung optimalisasi treatment. Semoga peningkatan kapasitas testing dan tracing diiringi positivity rate yang terus berkurang," jelasnya.

Johnny mengingatkan keberhasilan penguatan 3T perlu dukungan banyak pihak, terutama TNI, Polri, Dinas Kesehatan, relawan kesehatan, serta semua sumber daya manusia yang menangani pendataan kasus COVID-19. Namun, yang tak kalah penting yaitu partisipasi aktif dari masyarakat. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap melakukan testing dan tracing agar target 400.000 tes per hari tercapai.

Menurutnya, upaya memasifkan 3T akan lebih optimal apabila masyarakat suka rela dan proaktif menjalani swab test, pemeriksaan, pelacakan kontak erat, serta perawatan. Sehingga setiap kasus yang muncul bisa segera ditangani petugas kesehatan.

"Akan memudahkan penanganan, bisa ada kesadaran setiap individu pasien untuk mengemukakan kepada petugas jika dirinya positif. Juga kesadaran para kontak eratnya untuk melaporkan diri, sehingga target pelacakan setidaknya 15 kontak erat per kasus konfirmasi dapat terpenuhi," terangnya.

Johnny menjelaskan jika hasil pemeriksaan positif, pasien dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan atau melakukan isolasi mandiri, tergantung beratnya gejala. Namun, ia mengimbau agar pasien dapat mendatangi pusat isolasi supaya terpantau oleh tenaga kesehatan (nakes) serta tidak mengalami keterlambatan penanganan.

Terkait upaya tracing, ia mengatakan pihaknya terus memperkuat tracing lewat pemanfaatan sistem digital, yakni aplikasi PeduliLindungi dan Silacak. Dengan mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan mengaktifkan data lokasi, lanjut dia, maka secara berkala sistem dapat melakukan identifikasi lokasi serta memberikan informasi terkait dengan tingkat risiko lokasi dan zonasi penyebaran COVID-19.

Diungkapkannya saat ini sudah tersedia 660 laboratorium yang melaksanakan kegiatan testing dan tracing di Indonesia. Kemudian data testing dan tracing yang sampai ke tingkat kab/kota, kini telah dibuka kepada publik untuk memberikan gambaran utuh serta transparan dalam upaya pengendalian pandemi. Rincian data testing dapat diakses melalui laman https://vaksin.kemkes.go.id/#/sckab.

Ia berharap upaya pengendalian COVID-19 bahkan hingga ke level terkecil dapat tepat sasaran. Karena itu, pemerintah mendorong provinsi, kabupaten, kota untuk terus meningkatkan 3T di wilayahnya masing-masing.

"3T tetap menjadi salah satu dari 3 pilar utama penanganan pandemi di Indonesia. Didukung semua pihak terkait serta partisipasi masyarakat, semoga penguatan 3T secara nasional dapat makin menekan angka penularan COVID-19," pungkasnya.

(akn/ega)