Tewas Tertabrak, Ortu Bocah SD Tidak Akan Tuntut Dephan

Tewas Tertabrak, Ortu Bocah SD Tidak Akan Tuntut Dephan

- detikNews
Senin, 03 Apr 2006 21:45 WIB
Jakarta - Pihak keluarga Ahmad Irman Azis (9), bocah SD yang tewas karena tertabrak bus Dephan, telah ikhlas merelakan kepergian anggota keluarga mereka. Pihak keluarga juga tidak akan menuntut balik atau meminta ganti rugi pada Dephan."Kita sudah ikhlas, tidak ada keinginan untuk minta ganti rugi atau menuntut. Lagi pula kalau saya menuntut apakah anak saya akan kembali," ujar ayah Ahmad, Yudirman (40) di rumahnya ketika ditemui detikcom di Komplek Wisma Cakra Blok C No 29, Cinere, Depok, Senin (3/4/2006).Yudirman mengaku telah cukup puas dengan pertanggungjawaban dari pihak Dephan. Pihak Dephan menanggung mulai dari biaya pengobatan hingga pemakaman Ahmad di Tanah Kusir."Sudah ditanggung semua, dari rumah sakit, pemakaman, mereka pun datang ke pemakaman," kata Yudirman dengan lirih.Yudirman saat ini bekerja sebagai konsultan teknis ditemani oleh istrinya Astri (39) yang bekerja sebagai karyawan swasta.Suami istri ini cukup tabah dan ikhlas melepas kepergian anaknya, sudah tidak ada isak tangis meskipun raut kesedihan masih tampak di wajah kedua orang ini.Yudirman tidak memiliki firasat apapuan akan kehilangan anaknya, namun dia melihat hari-hari terakhir anaknya tampak ceria. Ahmad selalu bangun pukul 04.00 WIB setiap hari dan gemar main playstation.Seminggu terakhir ini Ahmad berada di Bogor. Karena merasa senang di Bogor, Ahmad meminta untuk tetap berada di Bogor hingga hari Minggu (2/4/2006), tetapi karena kesibukan ayahnya, akhirnya Ahmad harus pulang pada Jumat malam. "Pada saat waktu Minggu itu terlihat wajah anak saya yang keliahatan ceria dan bahagia," katanya.Yudirman dan istri dikarunia tiga orang putra. Anak pertama bernama Ahmad Rifki (10) yang juga ikut menjadi korban kecelakaan naas itu. Tapi karena duduk paling belakang, Rifki terpental dan tidak tertabrak bus. Rifki hanya mengalami luka lecet saja, dan sudah bisa berjalan, dia bahkan ikut menghadiri pemakaman adiknya.Anak kedua pasangan ini yakni Ahmad, dan anak ketiga yakni Ahmad Andra Iksan yang baru berusia 7 tahun.Sementara itu sanak keluarga Yudirman menuding jalan yang rusak sebagai biang keladi kecelakaan yang merenggut nyawa Ahmad. Mereka menyesalkan Pemda setempat yang tidak kunjung memperbaiki jalan. "Itu kondisi jalan sudah parah terlebih dahulu, banyak mobil dan motor jalan berzig-zag menghindari lubang, kecelakaan dapat mudah terjadi," ujar salah seorang keluarga yang enggan disebutkan namanya. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads