Panglima TNI Minta Tracing Kontak Erat Pasien Corona di Papua Diperbaiki

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 18:38 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: dok. Puspen TNI)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta upaya penelusuran atau tracing kontak erat pasien COVID-19 di Papua diperbaiki. Hal tersebut dinilai perlu dilakukan agar penularan berkurang dan angka positive rate Corona menurun.

"Tracing kontak erat perlu diperbaiki agar penularan berkurang dan positivity rate menurun. Tracing yang sesuai standar dapat mempercepat penanganan pasien yang terkonfirmasi positif," kata Hadi saat memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jayapura, Papua, Kamis (26/8/2021).

Hadi meminta semua pihak di Papua memiliki kesadaran tentang protokol kesehatan. Sebab, hal itu, menurut Hadi, menjadi kunci suksesnya PON XX.

"Guna mendukung kesuksesan PON XX, seluruh elemen di Papua harus memiliki kesadaran yang tinggi terkait disiplin protokol kesehatan (prokes) yang menjadi upaya pencegahan terbaik dan sudah harus menjadi kebutuhan serta bagian dari kehidupan sehari-hari," ucap Hadi.

Hadi menjelaskan masyarakat dapat maksimal memanfaatkan momen PON XX untuk memajukan Papua jika sehat. Hadi mengingatkan warga juga harus divaksinasi agar dapat menikmati pertandingan dan cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan.

Selanjutnya Hadi menyampaikan situasi COVID-19 di Papua membaik. Salah satu indikatornya adalah angka kematian yang rendah. Namun positivity rate atau kasus positif masih tinggi, yaitu di angka 12,90 persen.

"Sedangkan Kota Jayapura tinggi di perawatan dan positivity rate, tetapi BOR tidak tinggi dan angka kematian rendah," ucap Hadi.

Meski perawatan terhadap pasien COVID-19 cukup baik, Hadi menyayangkan penularan yang masih cukup tinggi. Selanjutnya Hadi memberi arahan tentang kolaborasi dalam manajemen vaksinasi.

"Ada dua strategi vaksinasi saat ini: terpusat dan jemput bola. Kita akan ke wilayah-wilayah. Contoh dari Lanud kemarin menggunakan perahu kecil untuk mendatangi warga di pinggiran Danau Sentani untuk diberi vaksinasi. Ini contoh yang bagus," ungkapnya.

Setelah memimpin rapat tersebut, Hadi bersama Kapolri mengecek penggunaan aplikasi Silacak. Hadi mengingatkan seluruh petugas terkait harus total dalam melaksanakan tugas.

"Kita harus total untuk melaksanakan tracing kontak erat dan menjaga masyarakat dari COVID-19. Perkuat pendampingan bagi saudara-saudara dan pantau perkembangan kesehatannya," pungkas Hadi.

(aud/hri)