Istana Ungkap Momen Jokowi Beri Jalan Ambulans untuk Mendahului

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 13:35 WIB
Ambulans salip rombongan Presiden Jokowi
Momen ambulans saat menyalip rombongan mobil Jokowi (Dok. Istimewa)

Sopir Ambulans Ungkap Detik-detik Salip Jokowi

Sopir ambulans, Achmad Faisal (31), yang menyalip iring-iringan mobil Jokowi pun menceritakan peristiwa itu. Achmad mengaku saat itu tengah mengangkut pasien dengan HB rendah. Dia bertugas mengantarkan pasien dari Puskesmas Sungai Siring menuju Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS).

"Itu kondisi pasien laki-laki hb-nya cuma 5,3. Kondisi pasien sudah pucat banget," kata Achmad saat dihubungi detikcom, Selasa (25/8/2021).

Sirine pun dinyalakan, Achmad berusaha secepat mungkin untuk tiba di rumah sakit tujuan. Sekitar pukul 12.30 WITA, dia bertemu bertemu dengan rombongan, Achmad belum tau kalau itu iring-iringan Presiden Jokowi.

Achmad yang juga bergabung sebagai relawan kebakaran (Balakar) dan Samarinda Escorting Ambulans (SEA) ini pun paham prioritas ambulans berada nomor dua, setelah kendaraan pemadam kebakaran. Dia tetap berusaha melewati rombongan VVIP tersebut, namun intensitas sirine dikurangi.

"Kejadian itu pas di Jl. DI Panjaitan, nah pas Panjaitan itu saya lewat, saya lihat itu rombongan pertama Toyota Hi Ace, saya lewat, dikasih jalur sama polisinya sebelah kiri, saya susur terus, nah begitu pas di depan Budi Center, saya lihat itu ternyata ada rombongan mobilnya pak Presiden, saya lihat pelatnya Indonesia 1, kaget saya nih mau disalip apa ndak," kata Achmad.

Gayung bersambut, petugas pengawalan konvoi Presiden memberi sinyal kepada Achmad untuk mengambil jalan dari sisi kiri.

"Pihak kepolisian yang ada di belakangnya mobil presiden itu nyuruh maju, melambaikan tangan suruh maju, akhirnya saya maju," ungkap dia.

"Setelah saya maju, begitu dekat dengan mobilnya presiden, saya buka kaca, saya cuma teriak "Izin Pak," dia (presiden) melambaikan tangan, sudah saya langsung maju lagi," sambung Achmad.

Achmad pun bersyukur petugas pengawal kepolisian memberikan izin ambulans untuk melintas. Pasien pun berhasil diantarkan ke Rumah Sakit.

"Saya sempat ragu mau nyalip apa nggak, kalau tidak ada lambaian tangan dari polisi mungkin saya tidak nyalip. Karena ada lambaian tangan polisi, ya sudah akhirnya saya nyalip saja, berarti kan masih diberi kesempatan kita untuk menolong orang," cerita Achmad.

"Saya respect kepada pihak kepolisian ternyata masih mengutamakan kepentingan ambulans daripada rombongan iring-iringan Presiden," ungkap dia.

Pengalaman ini bakal terus membekas bagi dirinya, apalagi di tengah isu ambulans yang sulit membelah kemacetan jalan.

"Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan seumur hidup," kata dia.

"Seorang presiden saja mau membukakan jalan untuk ambulans, masa mobil pribadi nggak mau buka jalan untuk ambulans," ucap Achmad.


(mae/tor)