Kasus Narkotika, Polisi Tahan 14 Tersangka

Kasus Narkotika, Polisi Tahan 14 Tersangka

- detikNews
Senin, 03 Apr 2006 19:35 WIB
Jakarta - Peredaran narkotika di Indonesia terus diendus oleh aparat kepolisian. Direktorat IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri dalam periode Februari hingga 1 April 2006 mengungkap sejumlah kasus narkotika dan menahan 14 tersangka.Satu kasus yang melibatkan mantan napi LP Cipinang, dan diduga melibatkan jaringan WNA Nigeria. Unit I pada 15 Februari 2006 menangkap dua tersangka dengan barang bukti total 4,5 kg hashish yang terbagi dalam dua paket, yakni satu kardus 2,5 kg berisi 10 lempeng hashish dan satu kantong plastik 2 kg berisi 8 lempeng hashish.Sementara pada 1 April menangkap 4 tersangka dengan barang bukti 60 gram heroin.Tempat operasi mereka diduga dilakukan di LP Cipinang.Satu orang tersangka, yakni Simson Ginting diduga terkait langsung dengan sindikat internasional dari Nigeria.Selain Unit I, Unit II pun berhasil menangkap 8 tersangka, dengan perincian 1 orang terkait kasus ganja total 450 gram, 1 orang kasus heroin 0,5 gram, 3 orang kasus ekstasi 13 butir, dan 3 orang shabu-shabu 1 gram.Data-data buruan polisi ini dibeberkan oleh Kepala Bagian Operasi Dir IV Kombes Pol Badaruzaman Khidir di Gedung Badan narkotika Nasional, Jl MT Haryono, Jakarta, Senin (3/4/2006). Para tersangka pun dijejerkan di ruang auditorium BNN berikut barang bukti. Sementara itu Direktur IV Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Indradi Thanos mengatakan selama ini LP memang sering dijadikan tempat untuk tansaksi narkotika."LP menjadi tempat transaksi itu memang betul, seperti Simson yang terkait dengan LP Cipinang," ujar Indradi. Menurut Indradi, Simson yang sempat dipenjara karena kepemilikan 10 gram heroin, memiliki banyak kenalan dengan orang Nigeria.Pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus Simson untuk dapat memutus jalur internasional peredaran narkotika. "Kita berharap pengembangan kasusnya dapat memutus jalur internasional," harapnya.Namun Simson Ginting membantah 60 gram heroin itu sebagai miliknya, dia juga membantah dirinya terkait dengan jaringan internasional asal Nigeria. Namun dia mengaku mengenal orang Nigeria yang ditahan di LP Cipinang sewaktu dia ditahan di sana. "Orang Nigeria itu satu gereja dengan saya, kan biasa saja kalau gaul," kilahnya. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads