Polres Bengkalis Akan Periksa Dokter RSUD Bengkalis

Polres Bengkalis Akan Periksa Dokter RSUD Bengkalis

- detikNews
Senin, 03 Apr 2006 19:28 WIB
Bengkalis - Polres Bengkalis, Riau telah melayangkan surat panggilan terhadap tim medis RSUD Bengkalis (Grand Hospital) terkait kematian pasien Desiafitri (2). Diperkirakan dalam pekan ini pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan secara maraton. Kapolres Bengkalis, Riau, AKBP Edi Setio Budi Santoso mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Senin (3/4/2006). Menurutnya, pemanggilan ini ditujukan pada tim medis yang melakukan operasi terhadap Desiafitri. Untuk diketahui, tidak lama setelah menjalani operasi, Desi malah meninggal dunia. "Sebelumnya kita sudah meminta keterangan dari keluarga korban. Untuk pekan ini kita akan melanjutkan pemeriksaan kepada dokter yang menangani korban yang memutuskan dilakukannya operasi itu," kata Edi. Kendati demikian, Kapolres menegaskan pihaknya belum bisa memastikan adanya malpraktik dalam kasus kematian Desi. Untuk mengarah ada atau tidaknya dugaan tersebut, pihaknya kini meminta bantuan saksi ahli dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). "Saksi ahli ini nantinya kita minta untuk memeriksa hasil otopsi jenazah Desi. Karena itu kita sendiri belum menyimpulkan adanya kasus malpraktik dalam masalah ini," tegas Edi. Dengan meminta bantuan tim ahli, kata Edi, nantinya akan diketahui faktor apa saja yang membuat kematian Desi. Bila memang hasilnya menunjukan ada kesalahan dalam menangani pasien, pihaknya akan menjerat para dokter di RSUD Bengkalis. Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Desiafitri yang berusia 2 tahun 3 meninggal dunia pada 26 Maret 2006 lalu. Warga Desa Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kab Bengkalis ini meninggal dunia setelah menjalani operasi usus buntu di RSUD Grand Hospital, Bengkalis. Luka bekas operasi usus buntu di bagian bawah pusarnya, membusuk. Malah bekas jahitan operasi terbuka kembali. Ini belum hidung Desi yang sempat diberi saluran pernafasan juga membengkak dan membusuk. Tanda memar juga terdapat di bagian belakang telinga kiri Desi. Orang tua Desi, Syamsudin menduga, kematian anak sematawayangnya itu akibat buruknya penanganan tim medis RSUD Bengkalis. Malah dia sendiri mengklaim, tidak pernah dikonsultasikan tim medis akan dilakukan operasi. "Tiba-tiba saja pihak rumah sakit menyuruh menandatangai surat izin operasi itu," kata Syamsudin yang kesehariannya sebagai tukang ojek. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads