Round-Up

Target Jokowi Tuntaskan BLBI Sebelum Tampuk Kepemimpinan Berganti

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 06:53 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Tentang Kasus BLBI

Mahfud mengatakan BLBI muncul saat Indonesia dilanda krisis moneter pada 1998. Kemudian di tahun 2004 muncul masalah surat jaminan dan surat keterangan lunas.

"Tahun 2004 itu harus diselesaikan, di situlah muncul jaminan-jaminan, muncul ada yang mendapat surat keterangan lunas itu 2004. Jadi ini sudah lama. Kami hanya bertugas meneruskan, tidak ada melindungi orang," ucap Mahfud dalam video yang diterima detikcom, Senin (12/4).

Pemerintah menyebut utang BLBI masuk ranah perdata. Dari jumlah utang yang hampir mencapai Rp 110 triliun, yang realistis untuk bisa ditagih nampaknya masih dalam perhitungan.

"Kami menghitung Rp 109 triliun lebih, hampir Rp 110 (triliun). Jadi bukan hanya Rp 108 triliun. Dari itu, yang realistis untuk ditagih ini masih sangat perlu kehati-hatian," sebut Mahfud.

Saat ini BLBI ditangani oleh Satgas Penanganan Hak Tagih Negara dan BLBI. Satgas itu melibatkan lima menteri, Kapolri, serta Jaksa Agung sebagai pengarah. Adapun lima menteri yang bertugas sebagai pengarah, yakni Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Keuangan dan Menteri Hukum dan HAM.

Yang bertindak sebagai Ketua Satgas adalah Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban. 'Pembantunya', Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Republik Indonesia Feri Wibisono sebagai Wakil Ketua dan Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Sugeng Purnomo, sebagai Sekretaris.


(zap/dwia)