Dunia Usaha Perlu Turut Aktif dalam Perubahan Sosial
Senin, 03 Apr 2006 18:09 WIB
Jakarta - Aktivis lingkungan dan sosial, Anita Roddick meminta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) jangan lagi melihat dunia bisnis (perusahaan) hanya sebagai donator untuk perubahan sosial dan lingkungan ke arah yang lebih baik. Sebaliknya, perusahaan juga seharusnya lebih aktif berperan dalam menciptakan perubahan sosial dan lingkungan ke arah yang lebih baik.Anita mengatakan hal tersebut selaku pembicara utama dalam acara CorporateSocial Responsibility (CSR) Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (3/4/2006). Acara CSR Forum dihadiri sekitar 300 orang terdiri dari kalangan LSM, pebisnis, universitas,dan pemerintah.Menurut Anita yang juga pendiri The Body Shop, LSM saat ini lebih banyakmemposisikan perusahaan sebagai donator terlihat dengan hanya melibatkanperusahaan dalam acara-acara seremonial sebagai kompensasi dari bantuanyang diberikan. Padahal dunia bisnis dapat berperan lebih jauh daripadasekadar menjadi donator. Saat ini banyak perusahaan, termasuk The Body Shop, menjadi bagian dari gerakan sosial, sebuah gerakan yang dinamis dan terus berkembang, yang berusaha mengembalikan kembali prinsip dan idealisme ke dalam agenda bisnis.Menurut dia, dunia usaha dapat dan harus menjadi kekuatan untuk perubahan sosial yang lebih baik. Karena itu pengusaha seharusnya menjadikan perusahaan dan produknya juga sebagai contoh dan solusi, mempraktekkan bisnis dengan hati nurani (commerce with consience).Anita mencontohkan, The Body Shop di Indonesia turut mendukung adanya Undang-Undang (UU) Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Bekerjasamadengan Komnas Perempuan The Body Shop menggalang pengumpulan dana dantandatangan untuk adanya UU tersebut yang kini akhirnya terwujud.Lagi-lagi Anita mencontohkan The Body Shop, di mana sejak berdirinya pada tahun 1976, kini The Body Shop sudah memiliki 2.070 toko tersebar di seluruh dunia dan tetap giat menyuarakan lima prinsip utama dalam setiap kampanye yang dilakukannya, Against Animal Testing (Menentang percobaan pada binatang), Support Community Trade (mendukung community trade), Activate Self Esteem (mengaktifkan kepercayaan diri), Defend Human Rights (membela HAM) dan Protect Our Planet (mempertahankan kelestarian bumi).Bantuan AcehPada Sabtu 1 April lalu, Anita Roddick meresmikan pusat kegiatan masyarakat (community center) di Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Fasilitas tersebut merupakan kontribusi Children on the Edge (COTE), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikannya. COTE membangun sebuah community center yang terdiri dari: playgroup, taman kanak-kanak (TK), pusat kegiatan remaja dan kaum ibu, serta balai pertemuan warga. COTE mendedikasikan fasilitas tersebut kepada masyarakat Neuheun, termasuk di antaranya adalah para pengungsi dan anak yatim piatu. Tercatat sekitar 1.500 pengungsi berasal dari Alue Naga (411 jiwa), Neuheun (654 jiwa), dan Ulee Kareng/TVRI (615 jiwa) dan 100 anak yatim piatu.
(san/)











































