Nursiah Tak Sanggup Bayar Biaya RS, Anaknya Meninggal
Senin, 03 Apr 2006 16:56 WIB
Makassar -
Nursiah (43) tak kuasa menyembunyikan rasa sedihnya. Anak bungsunya, Acce (2,5) meninggal dunia lantaran kepalanya yang membengkak besar alias hydrocephalus. Acce tak terselamatkan karena Nursiah nekat membawa pulang anaknya dari RS, karena tak punya lagi ongkos berobat. Kepala Acce membengkak sejak umurnya menginjak 3 bulan. Oleh dokter, Acce disebutkan menderita penyakit hydrocephalus atau munculnya cairan di kepala yag mengakibatkan pembengkakan. Tak tahan melihat benjolan di kepala yang kian membesar, Nursiah lalu membawa Acce ke RS Wahidin Sudirohusodo pada bulan Januari lalu. Tentunya dengan keterangan dari Dinas Kesehatan Makassar, yang membebaskan biaya perawatan lantaran kondisi keluarga Nursiah yang miskin. Berharap anaknya mendapat perawatan yang memuaskan, Nursiah malah kecewa. Nursiah malah diharuskan oleh pihak RS untuk membayar harga obat. "Saya tidak punya uang. Jadi saya memperlihatkan surat dari Dinkes, tapi mereka tidak terima. Mereka bilang, bahwa biaya perawatan memang gratis, tapi obat harus bayar," ujar Nursiah. Tak puas dengan sikap RS, Nursiah lalu membawa anaknya pulang setelah dirawat sekitar 28 hari. Karena sakit anaknya yang kian menjadi-jadi, Nursiah lalu membawa lagi Acce ke RS Stella Maris, Makassar. Di RS ini pelayanan yag didapatkan oleh Nursiah setali tiga uang. Ia malah merasa didiskriminasi. "Mungkin karena saya miskin, bahkan pada hari terakhir saya di sana, saya sengaja tidak dikasih makan oleh perawatnya," ceritanya sedih. Pun, obat-batan jarang diberikan. "Hanya betadine. Malah luka di kepanya semakin besar, karena dikasih betadine, terus dibalut. Akibatnya luka bekas operasi kian lecet," tukasnya. Tak tahan dengan perlakuan itu, Nursiah membawa pulang Acce meski waktu itu sudah larut malam. "Di Stella Maris anak saya dirawat selama 21 hari," ucapnya. Pun nasib tetap tak berpihak pada Nusiah. Empat hari setelah anaknya dibawa pulang ke rumah, Acce menghembuskan napasnya yang terakhir. Acce meninggal Minggu sore (2/4/2006). Ia dimakamkan di pemakaman Suangga, 100 meter dari rumahnya, siang tadi Senin (3/04/2006). Keluarga Miskin Nursiah dan anaknya tinggal di Jl Pongtiku I Lorong 8, kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar. Ia tinggal di rumah kontrakan yang sudah lapuk dan reyot. Awalnya Nursiah tinggal di Jl Kandea, Makassar. Ia punya rumah sendiri. Namun, musibah kebakaran yang menimpanya, menyebabkan rumahnya habis dilalap api. Ia pun hidup dengan mengontrak rumah. Suami Nursiah sudah meninggal sejak dua tahun lalu. Ia hidup dengan berjualan di teras rumahnya.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
