Ditemani Prabowo, Jokowi Tinjau Sodetan Akses Jalan Ibu Kota Baru di Kaltim

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 22:34 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Menhan Prabowo Subianto di Kaltim
Presiden Jokowi ditemani Prabowo Subianto meninjau sodetan di Kaltim (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan peninjauan proses pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Kali ini Jokowi meninjau langsung sodetan aksen jalan menuju rencana ibu kota negara baru.

Dalam tinjauannya itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Jokowi menjelaskan tujuannya dalam peninjauan tersebut.

"Saya dengan Pak Menhan dengan Pak Menteri PUPR untuk melihat secara detail," kata Jokowi dalam siaran yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/8/2021).

Jokowi menyebut, untuk membangun ibu kota baru, hal yang paling penting untuk disiapkan adalah infrastruktur. Menurutnya, dengan turun langsung ke lapangan, dirinya akan lebih mudah menentukan titik-titik pembangunan infrastruktur itu.

"Ya kita melihat ini lebih detail lagi karena, untuk membangun ibu kota baru itu, yang paling penting adalah infrastruktur menuju ke sana dulu untuk nanti membawa logistik," ucap Jokowi.

"Juga tadi kita diskusi mengenai kira-kira di mana pelabuhan, di mana airport, sehingga kalau kita melihat ke lapangan ini seperti lebih mudah. Artinya apa? Agenda ibu kita baru ini tetap dalam rencana," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah menetapkan titik simpang sodetan ke arah ibu kota negara baru. Menurutnya, titik tersebut berjarak sekitar 37 km dari Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

"Dan ini adalah sangat mendukung, sangat memberikan kecepatan yang tinggi, mobilitas masyarakat dari Kota Balikpapan-Samarinda ke arah ibu kota negara. Kalau dukungan pemerintah pasti sudah sangat kami lakukan kepada masyarakat bersama-sama dan kawasan ini adalah kawasan hutan dan lahan negara, jadi tidak ada masalah dengan masalah lahan," katanya.

(fas/mae)