PPKM Dilonggarkan, Wakil Ketua MPR Ingatkan Risiko Penularan COVID

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 16:51 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendesak agar pemerintah mengantisipasi potensi penularan COVID-19 di area publik. Sebab, mobilitas masyarakat akan meningkat seiring dengan pelonggaran PPKM.

"Situasi peningkatan mobilitas warga memang harus diantisipasi dalam rangka mengendalikan penyebaran COVID-19. Jangan sampai terjadi kegagapan dalam penanganannya, yang berisiko pada peningkatan kembali penyebaran virus Corona," jelas Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Selasa (24/8/2021).

Seperti disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan, terjadi peningkatan mobilitas masyarakat akibat pelonggaran PPKM Level 4 beberapa waktu lalu. Peningkatan mobilitas yang cukup signifikan itu terdeteksi dari indeks komposit dan pantauan mobilitas Google.

Luhut menyebut peningkatan mobilitas itu menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan dengan cepat. Namun, di sisi lain potensi penularan tetap harus diwaspadai.

Dengan dikeluarkannya kebijakan sejumlah daerah turun level dari 4 ke 3 diikuti sejumlah pelonggaran, antara lain tempat ibadah dibuka untuk masyarakat maksimal kapasitasnya 25% atau 30 orang dalam satu tempat ibadah, restoran dan mal diperbolehkan buka hingga pukul 20.00 WIB, Lestari mengingatkan akan ada peningkatan mobilitas masyarakat.

Lestari berpesan agar peningkatan mobilitas masyarakat harus bisa diimbangi dengan sistem dan strategi tepat untuk menekan potensi penularan COVID-19. Salah satunya, kata Rerie, dengan memanfaatkan aplikasi Peduli Lindungi untuk memantau pergerakan masyarakat di ruang publik.

Selain itu, Lestari mendukung penerapan persyarakat vaksinasi dan penggunaan masker serta menjaga jarak di ruang publik. Ia menekankan kebijakan tersebut harus benar-benar dipastikan keandalannya dalam proses pengendalian COVID-19.

Lestari berharap pengendalian COVID-19 di Tanah Air bisa segera terwujud, sehingga aktivitas masyarakat bisa bangkit kembali dan menggerakkan sektor-sektor lain yang terdampak.

(mul/ega)