Round-Up

Isu Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang Hingga 2027 Mencuat Lagi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 06:31 WIB
Ilustrasi Bilik Suara
Ilustrasi terkait pemilu (Foto: Pradita Utama/detikcom).
Jakarta -

Isu perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mereda dan ditepis pemerintah. Isu ini kini mencuat lagi.

Sebelumnya, Arief Poyuono, mantan petinggi Partai Gerindra, mengaku mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden kepada orang-orang lingkaran Jokowi.

"Info itu sih sebenarnya ada benarnya, bahwasanya memang melihat situasi dari kondisi. Awalnya kan presiden tiga periode kan saya yang gagas. Saya lihat kebutuhan dari negara kita, apalagi kan sekarang ini COVID bertambah makin meningkat. Kita tahu ke depan seperti apa," kata Poyuono kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Poyuono khawatir Pemilu 2024 membuat kondisi Indonesia semakin parah. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar masa jabatan diperpanjang, yakni menjadi tiga periode melalui pemilu degan mengamendemen UUD 1945.

"Nanti kalau ada pemilu, yang saya takutkan tambah parah, dan pascapilpres sudah tidak ada lagi peduli dengan kondisi kita. Penting bagi kita mengubah konstitusi, yaitu melakukan amendemen 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden periode tiga kali, tapi harus lewat pilpres," ujarnya. Namun, jika tidak memungkinkan adanya amendemen, Poyuono mengusulkan agar perpanjangan tetap dilakukan paling tidak selama tiga tahun. Perpanjangan itu tidak menggunakan amendemen tapi dengan dekrit presiden.

Poyuono mengaku telah menyampaikan usulan itu kepada orang-orang yang berada di lingkaran Jokowi. Poyuono menyebut perpanjangan masa jabatan presiden juga diiringi dengan perpanjangan masa jabatan anggota DPR.

"Orang di lingkaran Pak Jokowi kan kawan saya semua. Ya adalah diundang makan siang. Tapi ada ide-ide saya sampaikan kepada mereka kalau COVID ini bisa berlangsung lama, dan artinya akan terjadi perubahan politik. Karena itu, harus disiapkan rencana memperpanjang pemerintahan Jokowi, begitu juga legislatifnya," ujarnya.

Jubir Jokowi Buka Suara

Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menegaskan Jokowi menolak usul perpanjangan masa jabatan. "Jawaban kami tetap berpegang pada sikap Presiden Jokowi yang menolak wacana tiga periode maupun perpanjangan. Presiden setia pada konstitusi, demokrasi, dan reformasi," kata Fadjroel lewat pesan singkat, Rabu (23/6/2021).

Fadjroel menjelaskan Jokowi setia terhadap amanat reformasi. Selain itu, Jokowi akan selalu taat menjalankan konstitusi.

"Presiden mematuhi konstitusi UUD 1945," ujar Fadjroel.

Mencuat Lagi

Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Rajasa mendengar kabar adanya isu perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga 2027. Isu perpanjangan periode jabatan Presiden Jokowi itu, menurut Hatta, diembuskan kelompok tertentu.

Hatta mulanya bicara soal munculnya rencana amandemen UUD 1945 secara terbatas. Dari rencana amandemen terbatas, menurut Hatta, timbul pertanyaan. Pertama, ke arah mana amandemen akan dilakukan; kedua, siapa yang bisa menjamin perubahan hanya terbatas; ketiga, siapa yang bisa menjamin amandemen terbatas tidak menimbulkan kegaduhan baru.

"Seiring dengan isu tiga periode walaupun saya tidak mempercayai itu karena presiden membantah secara jelas, namun suara itu dimunculkan oleh kelompok tertentu dan akhir-akhir ini ada isu perpanjangan sampai 2027. Pertanyaan itu menggelitik kita semua," ujarnya.

Sebenarnya, isu ini bermula dari pemberitaan yang beredar di media sosial terkait pernyataan Ilham Saputra, Ketua Umum KPU saat ini. Pemberitaan itu tentang kemungkinan pemilu diundur ke 2027.

Lihat juga video Pengamat: Jokowi Dikhawatirkan Tak Kuat Godaan Wacana Presiden 3 Periode':

[Gambas:Video 20detik]