Menlu: Karikatur The Weekend Australian Hanya Sampah!
Senin, 03 Apr 2006 13:54 WIB
Jakarta - Menlu Hassan Wirajuda memastikan pemerintah tidak akan mengomentari karikatur Presiden SBY yang dimuat The Weekend Australian. Komentar-komentar hanya akan membuat kartun itu 'besar'."Buat apa kita harus berikan komentar yang berarti justru membesarkan karikatur itu," kata Menlu usai joint conference dengan Menlu Korsel Ban Ki-Moon di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Senin (3/4/2006).Apalagi, tambah Menlu, karikatur yang menggambarkan SBY berbuntut dan tengah melakukan tekanan terhadap warga Papua hanyalah sampah, seronok dan tidak mempunyai nilai apa-apa.Sementara mengenai rencana Komisi I DPR yang akan menyampaikan sikap langsung ke Australia atas pemberian visa 42 warga Papua, dia menyatakan, DPR berhak melakukan hal itu mengingat posisinya yang sama dengan pemerintah dalam meminta informasi.Hal itu dinilainya sebagai sesuatu yang positif. Dia berharap DPR bisa mendapatkan tanggapan yang lebih baik dari kalangan parlemen ataupun pemerintah Australia."DPR punya program sendiri dan kunjungan itu bagus. Mereka bisa menyampaikan pada Australia mengenai posisi dan respons kita. Jadi sah-sah saja dan kita dukung mereka ke Australia," katanya.Mengenai adanya laporan dari intelijen terkait 500 warga Papua tengah meminta suaka politik kepada Negeri Kangguru itu, Menlu mengaku belum mendengarnya. "Saya belum dengar. Jadi saya belum bisa komentar," tandasnya.Rakyat Merdeka edisi 27 Maret menampilkan kartun PM Australia John Howard dan Menlu Australia Alexander Downer. Kemudian dibalas The Weekend Australian pada edisi 1 April dengan memuat kartun Presiden SBY. Temanya terkait pemberian visa oleh Australia kepada 42 dari 43 warga Papua pencari suaka.
(umi/)











































