Mengenal Desa Sangliat Dol di Maluku Lewat Rumah Digital Indonesia

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 12:30 WIB
Situs budaya di Desa Sangliat Dol (Foto: Tangkapan layar video di Rumah Digital Indonesia)
Foto: Situs budaya di Desa Sangliat Dol (Foto: Tangkapan layar video di Rumah Digital Indonesia)
Kepulauan Tanimbar -

Di timur perbatasan Indonesia, ada satu desa yang menarik perhatian, baik dari keindahan alam maupun budayanya. Desa itu adalah Desa Sangliat Dol yang terletak di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Desa Sangliat Dol memiliki sejarah panjang peradaban manusia. Sejarah panjang desa ini dapat diketahui dari warisan tutur turun temurun dan berbagai peninggalan situs purbakala yang ada di sana. Salah satu situs purbakala yang ada di Desa Sangliat Dol adalah situs Perahu Batu.

Desa Sangliat Dol mulanya tak terletak di dataran tinggi seperti saat ini. Desa yang memiliki warisan adat yang luar biasa ini sebelumnya berada di 2 tempat di atas gunung dekat pantai.

Gambaran pemukiman Desa Sangliat Dol pun dapat dilihat dari denah desa warisan leluhur. Denah kampung ini terbuat dari kayu torem yang terkenal sangat kuat dan keras.

Ritual Penyambutan

Desa Sangliat Dol juga memiliki ritual penyambutan untuk tamu yang hendak menginjakkan kaki ke situs Perahu Batu. Tamu yang datang akan diberi syal khas Desa Sangliat Dol, disambut tarian tradisional.

Tak hanya itu, mereka juga diarak untuk menapaki 108 anak tangga batu menuju Perahu Batu. Ada makna khusus di balik anak tangga batu itu. Tangga itu dibangun berdasarkan perjalanan kehidupan manusia secara jasmani dan rohani.

Situs budaya di Desa Sangliat Dol (Foto: Tangkapan layar video di Rumah Digital Indonesia)Tangga batu di Desa Sangliat Dol (Foto: Tangkapan layar video di Rumah Digital Indonesia)

Setiap susunan anak tangga itu pun menunjukkan perjalanan kehidupan manusia. Misalnya di tangga batu pertama, susunannya yang rapi, lebar dan sempurna menggambarkan manusia yang lahir sebagai bayi yang polos, suci dan murni.

Kemudian, tangga batu kedua menggambarkan tahapan remaja yang sering labil dan nakal. Karena itu, tangga batu kedua batu-batu hanya dihamburkan tidak beraturan.

Menapaki tangga batu Desa Sangliat Dol tak hanya sekadar menyusuri perjalanan menuju Perahu Batu. Namun, menapaki tangga batu itu juga untuk mengingatkan kita tentang perjalanan manusia di dunia ini. Bahwa seberat apapun rintangan dan tantangan yang dihadapi, manusia tidak boleh putus asa untuk melangkah maju hingga sampai ke puncak.

Ritual penyambutan tak hanya berhenti dengan menapaki 108 anak tangga batu. Tamu yang datang juga akan disambut dengan ritual penyambutan yang dilakukan di Perahu Batu. Ritual itu dipercaya bisa menjauhkan tamu yang datang dari marabahaya selama berada di Desa Sangliat Dol.

Pusat Kosmologi

Perahu Batu merupakan pusat kosmologi kehidupan masyarakat Desa Sangliat Dol. Berbagai upacara adat dilangsungkan di sini. Pembangunan rumah di Desa Sangliat Dol pun mengikuti pola struktur dan pola Perahu Batu. Dengan kata lain, Perahu Batu merupakan adalah jiwa masyarakat Desa Sangliat Dol.

Penasaran dengan Desa Sangliat Dol? Yuk tonton videonya di Rumah Digital Indonesia.

Kunjungi segera www.rumahdigitalindonesia.id. Kemudian, klik peta dan Ruang Komunitas. Video 'Desa Sangliat Dol' bisa kamu temukan di Cerita Indonesia.

Oh iya, selain 'Desa Sangliat Dol', masih banyak konten menarik di Rumah Digital Indonesia yang akan hadir selama bulan kemerdekaan untuk menemanimu merayakan kemerdekaan di rumah saja lho. Karena itu, segera kunjungi Rumah Digital Indonesia, yuk!

(mae/imk)