Masyarakat Indonesia Reaktif, Media Aussie Senang

Masyarakat Indonesia Reaktif, Media Aussie Senang

- detikNews
Senin, 03 Apr 2006 09:38 WIB
Jakarta - Masyarakat diminta tidak menanggapi berlebihan dan marah atas pemuatan kartun yang melecehkan Presiden SBY di media The Weekend Australian. Jika masyarakat Indonesia terpancing, media di negeri Kangguru itu yang akan senang."Tidak perlu marah berlebihan, presiden kan bukan nabi. Balas saja dengan karikatur lagi," ujar pengamat politik LIPI Riza Sihbudi ketika dihubungi detikcom di Jakarta, Senin (3/4/2006).Menurutnya, kebebasan berekspresi di media massa Australia sangat dihargai dan pemerintah Australia tidak mungkin mengintervensi. Karikatur merupakan hal yang biasa dalam menunjukkan ekspresi atau sikap terhadap suatu isu."Kalau kita marah justru mereka senang dan pasti akan membuat yang lebih lucu lagi," kata Riza.Sedangkan mengenai pelecehan terhadap umat Islam karena SBY digambarkan mengenakan peci, Riza menegaskan hal itu tidak perlu dibesar-besarkan. Simbol peci lebih lebih menunjukkan identitas melayu bukan Islam."Orang Islam di Arab kan tidak pakai peci, kita saja disini yang mengidentikkan peci dengan Islam," jelasnya. (bal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads