Polres Bogor Cek Lokasi Viral Mural 'Ngabalin 504 Error'

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 12:35 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Ilustrasi Viral Twitter (Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta -

Jagat Twitter diramaikan oleh foto mural seperti sosok tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin dengan tulisan '504 Error' menutupi bagian matanya. Polres Bogor Kota mengecek lokasi keberadaan mural yang disebut berlokasi di Bogor.

"Saya cek dulu lokasinya," ujar Kapolres Kota Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro saat dihubungi, Minggu (22/8/2021).

Susatyo kini tengah memastikan lokasi mural tersebut dimuat. Sebab, Bogor terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Diberitakan sebelumnya, foto mural seperti sosok tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin dengan tulisan '504 Error' menutupi bagian matanya viral di Twitter. Ali Mochtar Ngabalin mengaku sudah tahu soal mural tersebut.

"Kau mau bikin saya punya muka model apa pun saya tidak khawatir. Saya sudah tahu itu, siapa-siapa itu punya tangan yang mengoles-oles itu, tapi tidak apa-apa," kata Ngabalin kepada wartawan, Minggu (22/8).

"Saya tidak tersinggung, saya juga tidak marah," ujarnya.

Ngabalin mendapat informasi mural 'Ngabalin 504 Error' ini ada di Bogor. Namun dia tidak memerinci Bogor mana yang dimaksud.

"Lokasi itu di Bogor, ada juga di Malang sama yang di Tangerang. Presiden Joko Widodo di Tangerang itu mereka menulis '404 Not Found'. Di Bogor mereka ada tulis. Di Malang juga ada. Tapi tidak apa-apa, saya tidak khawatir. Dia mau fitnah, mau caci maki, mau hujat apa pun, waktu saya sudah saya siapkan untuk bangsa dan negara dan agama," katanya.

Ngabalin menyebut mural 'Ngabalin 504 Error' ini bagian dari risiko perjuangannya untuk membela bangsa dan negara serta menyelamatkan generasi muda dari bahaya intoleransi dan paham radikal. Ngabalin menegaskan Islam yang sesungguhnya adalah damai.

"Islam masuk di sini dengan damai, dengan cara-cara yang menggunakan sistem dan cara budaya untuk mengembangkan agama," kata Ngabalin.

(gbr/gbr)