ADVERTISEMENT

Banjir Rendam 13 Desa di Katingan Kalteng, Kini Berangsur Surut

Tiara Aliya - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 10:08 WIB
Kondisi Banjir di Katingan pada Jumat 20 Agustus 2021
Kondisi Banjir di Katingan pada Jumat, 20 Agustus 2021. (Dok. BNPB)
Jakarta -

Banjir melanda 13 desa di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Hari ini kondisi banjir telah berangsur surut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan, Andi B Baron, mengatakan banjir disebabkan oleh intensitas hujan tinggi, khususnya di wilayah hulu dan tengah Sungai Katingan. Akibatnya, air sungai meluap dan masuk ke permukiman penduduk.

"Hujan dengan intensitas yang tinggi di wilayah hulu dan tengah Sungai Katingan pada tanggal 19, 20, dan 21 Agustus 2021, sesuai perkiraan BMKG pusat," kata Andi dalam keterangan tertulis, Minggu (22/8/2021).

"Banjir pada umumnya apabila tidak terjadi hujan intensitas tinggi berturut-turut, maka tinggi permukaan air akan lebih cepat surut," lanjutnya.

Andi melaporkan sebanyak 1.536 jiwa atau 384 keluarga terkena dampak banjir. Selain itu, 253 rumah, 5 unit fasilitas pendidikan, 2 tempat ibadah terendam banjir dengan rata-rata tinggi muka air 50-200 cm.

Adapun 13 desa yang terkena dampak adalah:

Kecamatan Marikit
1. Desa Tumbang Hiran
2. Desa Rangan Tangko
3. Desa Rangan Surai

Kecamatan Katingan Tengah
4. Desa Samba Bakumpai
5. Desa Samba Katung
6. Desa Samba Kahayan
7. Desa Rantau Asem
8. Desa Tumbang Kalemei
9. Desa Napu Sahur

Kecamatan Sanaman Mantikei
10. Desa Tumbang Kaman
11. Desa Tumbang Labehu

Kecamatan Pulau Malan
12. Desa Tumbang Tanjung
13. Desa Tura

Sejauh ini, banjir di wilayah Kecamatan Marikit dilaporkan berangsur surut. Sebelumnya, banjir di wilayah tersebut mencapai 200 cm.

"Kondisi aman dari sebelumnya turun 200 sentimeter," jelasnya.

Sementara itu, banjir masih merendam jalan poros antarkecamatan di Desa Tumbang Lahang sepanjang 200 meter dengan tinggi muka air 55 cm. Serta jalan poros antarkecamatan dari Desa Telok menuju Desa Samba Bakumpai sepanjang 700 meter dengan tinggi muka air 30-80 cm.

Adapun Desa Samba Bakumpai, Andi menuturkan, merupakan daerah dataran rendah yang sering dilanda luapan DAS dari Sungai Samba apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Di desa tersebut, tiga moda transportasi feri penyeberangan Desa Samba Danum dan Desa Samba Bakumpai tidak beroperasi untuk sementara karena debit air sungai masih tinggi.

"Untuk bencana banjir di Desa Samba Bakumpai sering terjadi dikarenakan dataran rendah dan sering terjadi luapan DAS dari Sungai Samba," terang Andi.

"Tiga buah transport feri penyeberangan Desa Samba Danum dan Samba Bakumpai tidak ada yang operasi," imbuhnya.

Guna mengantisipasi adanya banjir susulan kare faktor cuaca, BPBD Kabupaten Katingan melaksanakan berkoordinasi dengan lintas terkait seperti camat, unsur TNI/Polri, kepala desa di tiap-tiap wilayah.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Katingan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan mengamankan anggota keluarga dan harta benda. Masyarakat, sebutnya, juga diimbau agar waspada terhadap aliran listrik dari kabel yang terendam air.

(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT