Orang Dekat Gubernur Sumbar Mangkir Panggilan Polisi soal Surat Minta Bantuan

Jeka Kampai - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 23:17 WIB
Polisi terus menyelidiki kasus surat sumbangan yang terdapat tanda tangan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi untuk penerbitan buku. Polisi mengamankan surat tersebut lebih dari tiga dus yang belum disebar.
Polisi mengamankan tiga dus surat permintaan sumbangan yang ditandantangani Gubernur Sumbar Mahyeldi. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Polisi sudah memeriksa delapan orang saksi terkait surat permintaan sumbangan penerbitan buku yang ditandatangani Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah. Hari ini orang dekat Mahyeldi, ES, tak memenuhi panggilan polisi.

"Saudara ES tidak datang. Nanti akan kita panggil lagi," kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada detikcom, Sabtu (21/8/2021).

Sebagai orang dekat Gubernur, ES diduga mengetahui banyak tentang proses munculnya surat yang bikin heboh tersebut.

ES, yang disebut-sebut merupakan politikus, diduga menjadi penghubung lima orang swasta asal Jawa dan Sulawesi dengan Gubernur Mahyeldi. Sehingga kelima orang yang sempat diamankan polisi itu bisa mendapatkan surat meminta sumbangan dan sponsorship penerbitan buku.

Polisi belum berencana memanggil Mahyeldi. Saat ini polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi dahulu.

"Kita belum panggil Gubernurnya. Sekarang masih pendalaman dengan memeriksa pihak-pihak terkait dulu, seperti Bappeda, Sekretariat Daerah, dan (ES) orang Gubernur," jelas Rico.

"Pemeriksaan terhadap Gubernur akan bergantung pada hasil perkembangan pemeriksaan saksi-saksi dulu. Apakah perlu memanggil Gubernur atau tidak, kita kumpulkan dulu semuanya," tambah dia.

Rico mengatakan delapan orang saksi yang sudah diperiksa ialah pihak Bappeda Provinsi Sumbar, Sekretariat Daerah, dan pihak swasta yang terkait dan dimintai uang.

"Rencananya ada juga yang kami undang hari ini. Kemarin sudah datang dari pihak Sekretariat Daerah memberikan klarifikasi. Namun yang datang ke sini bukan orang yang mengetahui, sehingga penjelasannya tak relevan. Kita ingin yang datang adalah orang yang benar-benar tahu," katanya.

Apakah surat yang beredar tersebut benar-benar asli?

"Berdasarkan keterangan dari saksi dari Bappeda, memang asli dibuat seperti itu. Namun mereka menyerahkan dan menyarankan kembali kepada pimpinannya, sehingga mereka tidak tahu akhir (suratnya) bagaimana. Tanda tangannya? Untuk tanda tangan mereka juga tidak tahu, karena tidak mengawal sampai surat ditandatangani. Mereka hanya membuat suratnya saja," jelas Rico.

Belakangan, beredar surat yang ditandatangani Gubernur Sumbar, Mahyeldi, yang meminta sumbangan untuk penerbitan buku. Polisi menyita surat yang belum diedarkan lebih dari tiga dus.

"Ada tiga dus yang belum sempat dikirim atau diberikan kepada orang-orang yang menjadi sasaran sponsor (penerbitan buku)," kata Kompol Rico, Jumat (20/8).

Menurut Rico, pihaknya sempat mengamankan lima orang karena dicurigai melakukan aksi penipuan dengan menggunakan surat dari Gubernur Sumbar.

Kelima orang itu adalah D (46), DS (51), DM (36), yang ketiganya berasal dari Jawa. Kemudian MR (50) dan A (36), yang berasal dari Makassar.

Saat pemeriksaan, kelima orang ini mengaku melakukan hal serupa pada 2016 dan 2018. Kala itu, Mahyeldi masih menjabat sebagai Wali Kota Padang.



Simak Video "Polisi Panggil Gubernur Sumbar Terkait Surat Minta Sumbangan"
[Gambas:Video 20detik]
(jbr/eva)