Round-Up

Harapan Indonesia agar Afghanistan Damai Meski Taliban Berkuasa

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 21:40 WIB
Bamyian city, Bamyian Province, Afghanistan - November 14, 2010: Four Afghan women in blue and black burqa walking on dirt path in barren land
Ilustrasi (Getty Images/christophe_cerisier)
Jakarta -

Negara Afghanistan kini dikuasai kelompok Taliban setelah Ibu Kota Kabul dapat diduduki dalam waktu singkat. Indonesia memiliki harapan agar kondisi di Afghanistan berjalan damai dan stabil meski dikuasai oleh Taliban.

Harapan Indonesia ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi saat menjemput puluhan WNI di Bandara Halim Perdanakusuma yang dievakuasi dari Afghanistan, Sabtu (21/8/2021) dini hari.

Menlu Retno Marsudi menerima tim penjemput 238 WNI di Wuhan, China, yang terdiri dari kru kabin, teknisi, pilot Batik Air dan tim pendahulu atau aju.Menlu Retno Marsudi (Agung Pambudhy/detikcom)

"Sebagai penutup, dapat saya sampaikan bahwa Indonesia terus berharap agar perdamaian dan stabilitas dapat tercipta di Afghanistan," kata Retno dalam konferensi persnya di akun YouTube MoFA Indonesia.

Retno mewakili Indonesia berharap agar Afghanistan bisa bebas konflik melalui 'Afghan-Led' dan 'Afghan-Owned'. Hal itu, menurutnya, demi kebaikan rakyat Afghanistan.

"Indonesia terus berharap proses politik yang inklusif, yang 'Afghan-Led, Afghan-Owned' masih memiliki peluang untuk dilakukan demi kebaikan rakyat Afghanistan," ujarnya.

Terkhusus menyangkut perempuan Afghanistan, Retno mengatakan hak perempuan Afghanistan perlu dihormati. Indonesia, kata Retno, tentu akan membantu perdamaian, khususnya pada kerja sama pemberdayaan perempuan.

"Indonesia juga berharap agar kaum perempuan Afghanistan dihormati hak-haknya. Dan Indonesia terus berkomitmen untuk membantu menciptakan perdamaian di Afghanistan, terutama melalui kerja sama pemberdayaan perempuan," katanya.

Sementara itu, kelompok Taliban berjanji akan bertanggung jawab atas tindakannya dan akan menyelidiki laporan-laporan kekejaman yang dilakukan oleh anggotanya. Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat kelompok militan tersebut kepada Reuters, Sabtu (21/8).

Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, menambahkan bahwa kelompok itu dalam beberapa minggu ke depan berencana menyiapkan model baru untuk memerintah Afghanistan.

Setelah melancarkan serangan-serangan kilat ke sejumlah ibu kota provinsi di Afghanistan, Taliban dengan mudah masuk ke Kabul, ibu kota Afghanistan, pada Minggu (15/8) dan mengambil alih pemerintahan.

(rfs/rfs)