Makna Mujahadah An Nafs dalam Kisah Nabi Yusuf AS

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 06:15 WIB
Woman hands praying for blessing from god on sunset background
Foto: iStock/Makna Mujahadah An Nafs dalam Kisah Nabi Yusuf AS.
Jakarta -

Mujahadah an nafs adalah pengendalian diri menghadapi hawa nafsu. Dikutip dari Media Pembelajaran SMA, SMK, dan SMALB Pendidikan Agama Islam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, contoh upaya mujahadah an nafs terdapat dalam kisah Nabi Yusuf AS.

Kalimat mujahadah an nafs berasal dari dua kata dalam bahasa Arab. Kata mujahadah artinya adalah bersungguh-sungguh, sedangkan nafs atau an nafs berarti diri sendiri. Makna mujahadah an nafs adalah bersungguh-sungguh melalui pengendalian diri agar tidak melakukan kesalahan.

Kisah Nabi Yusuf AS ada dalam Al Quran dalam surat dengan nama yang sama dengan sang utusan Allah SWT. Dalam surat ke-12 tersebut diceritakan, Nabi Yusuf AS dimasukkan dalam sumur pada usia yang masih belia. Dia ditemukan serombongan kafilah yang membawa dan menjualnya.

Sang Nabi dijual di Mesir sebagai hamba sahaya. Beranjak dewasa, Nabi Yusuf AS tumbuh menjadi seseorang yang tampan hingga menarik perhatian dari istri majikannya. Nabi Yusuf AS kemudian dirayu dan digoda istri majikannya, yang semuanya ditolak Nabi Yusuf AS.

Namun Nabi Yusuf AS justru dituduh melakukan perbuatan mesum tersebut. Nabi Yusuf AS menolah tuduhan tersebut, yang bisa dilihat dalam surat Yusuf ayat 33,

قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

Arab latin: Qāla rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad'ụnanī ilaīh, wa illā taṣrif 'annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn

Artinya: Yusuf berkata, "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh."

Nabi Yusuf AS yang sudah melakukan mujahadah an nafs, tetap dijebloskan penguasa saat itu ke penjara. Di penjara ujian terhadap pengendalian diri belum berhenti.

Mengalami banyak cobaan, Nabi Yusuf AS tidak lantas menyerah. Dia tetap mempertahankan mujahadah an nafs, termasuk saat menghadapi batu ujian kenabian. Setelah berbagai jenis cobaan. Nabi Yusuf AS akhirnya menemui saat yang membuatnya bahagia.

Atas izin Allah SWT, Nabi Yusuf AS bertemu kembali dengan ayahnya Nabi Yakub AS dan saudara-saudaranya. Nabi Yusuf AS tidak menuntut balas atas perilaku saudara-saudaranya, meski telah membuat dia terpisah dengan keluarga.

Nabi Yusuf AS telah memberi contoh perilaku mujahadah an nafs yaitu:

1. Tidak memenuhi nafsu saat digoda dan dirayu istri majikannya

2. Tidak menuntut balas atas perilaku saudara-saudaranya.

Semoga tulisan ini bisa menjawab pertanyaan mujahadah an nafs adalah, serta menginspirasi detikers untuk mengendalikan diri.

(row/erd)