Yuk Sama-sama Kawal Harga Tes PCR Terbaru

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 20:30 WIB
Rapat Kerja Virtual Menkominfo dengan Komisi I DPR RI
Foto: Kominfo
Jakarta -

Pemerintah memastikan tarif tertinggi biaya tes swab PCR yang baru dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Adapun dalam langkah ini pemerintah bekerja sama dengan berbagai unsur terkait, termasuk masyarakat.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari langkah pemerintah menurunkan ketentuan tarif acuan tertinggi biaya tes swab PCR menjadi Rp 495.000 di Jawa-Bali dan Rp 525.000 di luar Jawa-Bali. Ketentuan tersebut berlaku mulai 17 Agustus 2021 melalui Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2845/2021.

"Penyesuaian ini dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan tes PCR. Semakin banyak yang melakukan tes, maka semakin cepat penularan virus dapat ditekan. Sehingga, semakin optimal pula penanganan COVID-19. Jadi, ini dari kita, oleh kita, dan untuk perlindungan kita semua," tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis, Jumat (20/8/2021).

Oleh karena itu, Johnny mengimbau seluruh pihak untuk bekerja sama dalam mengaplikasikan aturan tersebut dengan baik. Dia menjelaskan bahwa kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan penanganan pandemi dapat dilakukan secara optimal.

"Pemerintah sebagai pengambil kebijakan tidak bisa bekerja sendirian. Kita memerlukan kerja sama dari para pelaksana kebijakan, dalam hal ini fasyankes atau klinik yang menawarkan layanan tes PCR. Kemudian, fungsi pengawasan yang dapat dilakukan bersama-sama, baik oleh pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat," tegasnya.

Johnny mengungkapkan, pemerintah meminta seluruh Dinas Kesehatan provinsi hingga kabupaten/kota mengawasi ketat implementasi kebijakan tersebut, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan dan pemeriksa lain yang memberikan pelayanan pemeriksaan tes PCR.

Diketahui, Dinas Kesehatan berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat serta bagian dari otonomi daerah sehingga memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan dan pembinaan.

Selain itu, pemerintah bermitra dengan Polri untuk memantau implementasi SE tersebut di setiap daerah. Johnny juga mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap potensi pelanggaran yang terjadi di lapangan.

SE penurunan batas tarif tertinggi tes PCR, kata dia, diharapkan dapat menjadi payung hukum yang kuat untuk menghadirkan kepastian bagi masyarakat.

"Lebih lanjut, kami harapkan partisipasi aktif masyarakat sebagai pengguna untuk ikut mengawasi penerapan batas tarif harga PCR yang baru. Warga dapat melaporkan kepada aparat penegak hukum jika menemukan pelanggaran," ujar dia.

Berdasarkan SE tersebut, tarif batas tarif tertinggi tes PCR termasuk pengambilan swab di Pulau Jawa dan Bali adalah Rp 495.000, sedangkan di luar Pulau Jawa dan Bali senilai Rp 525.000. Biaya untuk wilayah di luar Jawa-Bali ditetapkan dengan memasukkan variabel transportasi.

Johnny menyebut, kebijakan itu telah melewati serangkaian kajian dan perhitungan yang matang, berdasarkan dinamika harga operasional yang ada. Pemerintah juga akan secara berkala mengevaluasi dan meninjau ulang batas tarif yang ditetapkan.

Batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan tes PCR atas permintaan sendiri atau mandiri. Batas tarif tertinggi tidak berlaku untuk penelusuran kontak (contact tracing) atau rujukan kasus COVID-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan dari pemerintah atau bagian dari penjaminan pembiayaan pasien COVID-19.

Simak video 'Tes PCR Turun Harga, Bagaimana Kenyataan di Lapangan?':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)