Eks Anak Buah Juliari Menangis Minta Maaf ke Warga Penerima Bansos Corona

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 17:44 WIB
Sidang kasus suap bansos Corona (Zunita Amalia-detikcom)
Sidang kasus suap bansos Corona (Zunita Amalia/detikcom)
Jakarta -

Dua mantan anak buah Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara meminta maaf kepada warga penerima bansos Corona karena adanya kasus korupsi bansos. Keduanya juga meminta hakim mengabulkan permohonan justice collaborator (JC).

Mantan anak buah Juliari itu adalah KPA bansos Corona Adi Wahyono dan mantan PPK bansos Corona Matheus Joko Santoso. Keduanya meminta maaf saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan mereka.

"Saya menyesal atas terjadinya permasalahan ini. Saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama kepada keluarga penerima sasaran bansos sembako 2020 di wilayah Jabodetabek, di tengah terjadinya peristiwa permasalahan ini saya telah berusaha keras untuk menjadi yang terbaik. Semoga akan lebih baik lagi di masa yang akan datang dan tidak ada lagi perbuatan-perbuatan melawan hukum terutama dalam program bansos. Semoga kejadian ini menjadi kejadian yang terakhir," ujar Adi Wahyono saat membacakan pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2021).

Adi mengaku takut saat pertama menerima perintah dari Juliari untuk memungut fee vendor bansos Rp 10 ribu. Dia juga sempat melapor kepada atasan terkait perintah Juliari itu, namun tidak ada tindak lanjut dari atasannya, yakni Sekjen Kemensos.

"Ada ketakutan saat menerima perintah dari Menteri sehingga melaporkan adanya perintah ke atasan saya, Sekjen dan Dirjen Linjamsos, dengan harapan agar pejabat eselon I dapat melakukan langkah-langkah pencegahan. Ternyata hal itu tidak dilakukan. Mereka cenderung membiarkan dan justru takut kepada Menteri atau bahkan mereka ada pikiran untuk bersama-sama menikmati yang pada akhirnya benar dugaan saya," ucap Adi.

Adi mengaku kerap dimarahi Juliari saat evaluasi. Adi menyebut dia adalah korban Juliari.

"Saya adalah korban dari desain proyek yang ditentukan oleh Menteri dan pejabat lain. Tidak adanya pengumuman terbuka untuk mendapatkan vendor, hanya adanya undangan-undangan dari pimpinan membuktikan itu. Ditambah lagi adanya pembagian kuota oleh Menteri untuk pelaksanaan pekerjaan sudah ada bukti di persidangan," tuturnya.

Selain Adi, PPK bansos Matheus Joko Santoso juga menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat, khususnya warga penerima bansos. Joko mengaku menyesal mematuhi perintah Juliari untuk memungut fee bansos.

"Saya sangat menyesali kesalahan saya, saya sungguh telah bersikap kooperatif, dengan mengungkapkan sebenar-benarnya dimulai dari proses penyidikan sampai persidangan. Saya berjanji tidak mengulangi lagi. Dengan penuh kesadaran saya, saya mohon maaf sebesarnya," ujar Joko.

Joko juga sempat menangis saat membacakan pleidoi. Dia menangis sambil meminta maaf kepada warga Jabodetabek penerima bansos yang menjadi korban dalam perkara ini.

"Saya mohon maaf ke majelis hakim yang mulia, saya mohon maaf kepada jaksa penuntut umum, pada istri dan anak-anak saya, kepada keluarga, kepada pemerintah RI, khususnya Kemensos, yang telah dirugikan karena perkara ini. Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama masyarakat Jabodetabek selaku penerima manfaat sembako," ujarnya.

Simak juga video 'Eks KPA Bansos Corona Kemensos Dituntut 7 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]