Pemungutan Suara Tunjukkan Kejatuhan Thaksin
Senin, 03 Apr 2006 03:16 WIB
Bangkok - Pemilihan umum di Thailand memperlihatkan seperti referendum bagi kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra. Pasalnya, hal ini ditunjukkan dalam hasil sementara pemilihan.Sekitar 50 persen pemilih dalam 400 distrik, menunjukkan penurunan royalitas wilayah terhadap Thaksin. Padahal perolehan di daerah utara Thailand ini adalah daerah dimana Thaksin memperoleh dukungan terbesar.Di tempat lainnya, wilayah Selatan dan Bangkok, daerah yang menentang Thaksin, hasil sementara memperlihatkan maraknya pemilih yang golput."Pemilihan hari ini bukanlah suatu jawaban," kata pejabat partai Thai Rak Thai, Suranand Vejjajiva seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin (3/4/2004).Thaksin meminta pemilihan 3 tahun lebih awal setelah maraknya protes yang menginginkan dirinya mundur. Thaksin dituduh telah menyalahgunakan kekuasaannya dan melakukan korupsi.Pemimpin Partai Demokrat, yang menjadi pihak oposisi, Abhisit Vejjajiva menyatakan pihaknya akan menunggu hasil pemilu hingga final. Sebelum pihaknya membuat rencana ke depan.Pihak oposis sebelumnya telah menolak tawaran Thaksi untuk membentuk koalisi dalam pemerintah jika Thaksin menang dalam pemilu. Di daerah Selatan Thailand, dimana mayoritasnya adalah penduduk Islam, terjadi ledakan bom sebanyak 3 kali selama pemilu. Kejadian ini telah menyebabkan 9 warga luka-luka.Dalam kesempatan lain, Thaksin telah berjanji akan meninggalkan partainya, Thai Rak Thai, jika hanya meraih kurang dari 50 persen suara.Tetapi, partai oposisi telah memboikot pemungutan suara itu, dan sebanyak 400 calon anggota parlemen telah didiskualifikasi lantaran melanggar proses pencalonan, sehingga Thaksin tampaknya takkan dapat memerintah sekalipun ia menang dalam pemungutan suara tersebut"Pemilihan ini sangat krusial bagi bangsa ini karena kita masih memiliki perbedaan pendapat," kata Thaksin usai melakukan pencoblosan suara di Bangkok.
(ary/)











































