Dijenguk Menkes, Pasien Face Off Lambaikan Tangan
Minggu, 02 Apr 2006 18:28 WIB
Surabaya - Kesehatan pasien Face Off, Siti Nur Jazila (22) menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Siti yang masih terbaring lemah di ruang ICU GBPT RSU dr Soetomo melalui layar monitor sempat melambaikan tangannya ketika Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari menjengguknya, Minggu (2/4/2006).Kedatangan Menkes ini sebagai bentuk dukungan moril untuk Siti Nur Jazila atau biasa dipanggil Lisa yang telah menjalani operasi rekontruksi wajah total akibat siraman air keras, tiga tahun silam. Selain itu, Menkes juga memberikan ucapan selamat atas keberhasilan tim dokter.Menkes yang melihat langsung keadaan Lisa melalui monitor, terlihat menangis. Beberapa kali, ia terlihat mengusap pipinya yang berlinang air mata. Sebagai sesama perempuan, tentunya ia sangat berharap jika kasus yang dialami Lisa bisa terpecahkan secara cepat."Saya minta agar kasus kekerasan terhadap wanita diusut tuntas. Saya sebagai wanita melihat kondisi seperti ini tentunya juga merasa ikut sakit," kata Menkes. Selain mengingatkan polisi agar bertindak cepat untuk mengusut pelaku penyiraman air keras tersebut, Menkes menyatakan niatnya akan memberikan penghargaan yang diraih tim dokter RSU dr Soetomo.Sementara kondisi Lisa dari hari ke hari menunjukkan perkembangan yang istimewa. Senin (3/4/2006) besok diharapkan Lisa sudah bisa dipindahkan dari ruang ICU ke ruang intensif luka bakar di lantai 3 GBPT."Besok (Senin) tim akan rapat untuk memastikan jadwal kepindahan Lisa. Tapi jika melihat perkembangan Lisa saat ini kok cukup menggembirakan. Mudah-mudahan besok bisa dipindahkan dari ICU," terang Ketua Tim Operasi Face Off Dr Sjaifuddin Noer kepada wartawan di GBPT RSU dr Soetomo.Namun, kata Sjaifuddin, jika toh nantinya pasien telah dipindah dari ICU, tetap akan mendapat pengawasan ketat dari tim medis. "Tim akan terus mengevaluasi secara total. Sebab, sekarang baru memasuki hari ketiga masa kritis kedua dari lima hari yang harus dilewati," ujarnya.Jika keluar dari ruang ICU maka tahapan selanjutnya adalah perawatan intensif pertama, yakni mengawasi bagian-bagian luka pada pasien khususnya di punggung, muka dan tenggorokan. Sedangkan dibagian paha tim menganggap tidak ada masalah karena diharapkan bisa sembuh secara alamiah.
(ary/)











































