Jika Aksi Teroris Terbukti, Australia Pasti di Belakangnya

Jika Aksi Teroris Terbukti, Australia Pasti di Belakangnya

- detikNews
Minggu, 02 Apr 2006 18:09 WIB
Jakarta - Hingga sore ini, kabar adanya aksi terorisme di Indonesia tidak terbukti. Namun jika aksi teror tersebut benar-benar terjadi, maka Australia bisa dipastikan berada di belakangnya."Kalau memang itu benar bom itu meledak sore, malam nanti atau besok saya bisa menuding bahwa Australia di balik teroris yang memainkan perannya itu, karena Australia tahu gerak-gerik teroris kapan, di mana dan apa yang mereka lakukan," ujar anggota Komisi I DPR RI Ali Muchtar Ngabalin kepada detikcom seusai acara deklarasi Zaenal Maarif Siap Memimpin PBR, di Hotel Atlet Century Park, Jalan Pintu I Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (2/4/2006).Pemerintah Indonesia pun sudah seharusnya mempersiapkan diri dalam menghadapi segala ancaman aksi-aksi terorisme. Persiapan tersebut bukan disebabkan oleh adanya travel warning dari pemerintah Australia. "Kita memang sudah siap dari dulu. Dan kita sudah menyatakan perang melawan terorisme," tegasnya.Ali menduga, adanya travel warning dan pemberitahuan mengenai adanya ancaman terorisme di Indonesia dimaksudkan untuk menarik simpati dari masyarakat Indonesia. Dugaan lainnya adalah adanya upaya Pemerintah Australia untuk memberikan rasa was-was dan keraguan terhadap warga Australia yang ada di Indonesia.Meski demikian, Ali masih berharap RI dan Australia melakukan kerjasama untuk memerangi aksi-aksi terorisme yang masih marak terjadi. Kedua negara harus bekerjasama perang melawan teroris, tapi kita tidak hidup dari Australia," tukasnya.Sebelumnya, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia melakukan peringatan dini kepada warganya dalam situs resmi www.smarttraveller.gov.au. Pemerintah Australia mengeluarkan travel warning ke Indonesia dan berlibur di Bali, dikarenakan pihak asing menjadi target prioritas dari dan pemusnahan dari ancaman serangan teroris pada Minggu 2 April. (fjr/)


Berita Terkait