Istiqlal Gelar Salat Jumat dengan Prokes Ketat, Begini Penampakannya

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 14:15 WIB
Suasana Salat Jumat di Masjid Istiqlal dengan prokos ketat
Suasana salat Jumat di Masjid Istiqlal dengan prokes ketat. (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Masjid Istiqlal Jakarta kembali menggelar salat Jumat setelah pemerintah mengizinkan kegiatan di tempat ibadah dengan kapasitas jemaah maksimal 25 persen. Salat Jumat di Masjid Istiqlal dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Pantauan detikcom, Jumat (20/8/2021), jemaah yang masuk untuk melaksanakan salat Jumat harus sudah harus divaksinasi COVID-19. Para jemaah diminta menunjukkan surat vaksin kepada petugas sebelum masuk ke area masjid. Para jemaah juga dicek suhu tubuhnya dan tetap diwajibkan memakai masker.

Saat salat Jumat dilakukan, jemaah juga diimbau menjaga barang bawaannya dan tetap mematuhi protokol kesehatan selama berada di lingkungan masjid. Jemaah terlihat menjaga jarak sekitar 1 meter saat salat Jumat berlangsung.

Jemaah bernama Jaehan (26) menjelaskan proses bagaimana dirinya bisa melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal. Menurutnya, para jemaah sebelum masuk masjid akan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas masjid.

"Tadi pas masuk gerbang dicek bukti vaksin sama cek suhu tubuh aja sama satpam-nya terus tetap harus pake masker," kata Jaehan, saat ditemui di lokasi.

Jaehan menjelaskan alasan ia memilih melaksanakan salat Jumat di Jumat di Masjid Istiqlal. Menurutnya, selama pandemi ini, Masjid Istiqlal pertama kali dibuka untuk gelaran salat Jumat terbuka bagi warga.

"Karena ini kedua kalinya saya salat di Masjid Istiqlal dan selama pandemi ini baru pertama kalinya salat di Masjid Istiqlal lagi," ucapnya.

Dia tak mempermasalahkan jika masuk ke Masjid Istiqlal harus menunjukkan bukti sudah vaksin. Menurutnya, hal itu bertujuan baik untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Kalau menurut saya sih nggak ada masalah karena tujuannya kan baik untuk mengajak orang ikut vaksin. Jadi memutus rantai penyebaran COVID-19 juga," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya: