Diperiksa KPK, Pejabat Ditjen Pajak Dicecar soal Gaji Angin Prayitno

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 11:25 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Irawan Afrizal dalam kasus dugaan suap saat pemeriksaan pajak pada 2016 dan 2017. KPK mengkonfigurasi saksi tersebut soal pendapatan sah di antara gaji tersangka eks pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji (APA) dan Dadan Ramdani (DR).

"Irawan Afrizal (PNS Dirjen Pajak/Direktur Pemeriksaan dan Penagihan), dikonfirmasi antara lain terkait dengan berbagai pendapatan yang sah diantara gaji dari tersangka APA dan tersangka DR," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (20/8/2021).

Selain itu, KPK memeriksa dua tersangka konsultan pajak sebagai saksi dalam perkara ini, yakni Veronika Lindawati dan Agus Susetyo. Mereka didalami soal kesepakatan dan penyerahan uang kepada Angin Prayitno dan Dadan Ramdani.

"Veronika Lindawati (konsultan pajak) dan Agus Susetyo (konsultan pajak), dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan kesepakatan dan penyerahan sejumlah uang kepada tersangka APA dan tersangka DR," ujar Ali.

Selanjutnya, Ali mengatakan para saksi tersebut diperiksa sebagai saksi Angin Prayitno dkk. Mereka diperiksa pada Kamis kemarin (19/8).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan enam orang tersangka sebagai berikut:

1. Eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno Aji (APA)
2. Eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani (DR)
3. Konsultan Pajak, Ryan Ahmad Ronas (RAR)
4. Konsultan Pajak, Aulia Imran Maghribi (AIM)
5. Kuasa Wajib Pajak, Veronika Lindawati (VL)
6. Konsultan Pajak, Agus Susetyo (AS)

"Terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak dimaksud, APA bersama-sama dengan DR diduga telah menerima sejumlah uang," kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (4/5).

Dua eks pejabat yang diduga menerima suap itu ialah Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019 Angin Prayitno Aji (APA) serta Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak Dadan Ramdani (DR). Mereka diduga menerima suap dari tiga perusahaan, yakni PT Gunung Madu Plantations, PT Bank PAN Indonesia (Panin), dan PT Jhonlin Baratama.

Firli menduga kedua orang tersebut mengatur jumlah pajak sesuai keinginan tiga perusahaan itu. Atas 'jasa' tersebut, keduanya diduga menerima duit total Rp 37 miliar.

Duit tersebut diduga diserahkan empat orang konsultan pajak atau perwakilan dari tiga perusahaan itu. Keempat orang itu adalah konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, Agus Susetyo, serta kuasa wajib pajak Veronika Lindawati.

(mae/mae)