Meski Dili Kondusif, Pemkab Belu Siapkan Penampungan Pengungsi
Minggu, 02 Apr 2006 14:15 WIB
Kupang -
Situasi keamanan di Timor Leste dilaporkan berangsur pulih. Masyarakat mulai melakukan aktivitas. Namun di beberapa titik di pusat Kota Dili, aparat kepolisian masih berjaga-jaga.Bekas provinsi ke-27 RI itu sempat dilanda konflik internal akibat pemecatan 591 anggota tentara AD oleh Panglima FDTL Brigjen Taur Matan Ruak Maret lalu. Kebijakan itu memicu kekacauan dan eksodus warga Timor Leste ke Atambua, Kabupaten Belu NTT. Hingga Minggu (2/4/2006), jumlah warga yang eksodus melewati pos Motaain, sebanyak 256 orang yang terdiri dari 19 WNA, 54 WNI dan sisanya adalah warga Timor Leste. Kebanyakan warga yang eksodus mengaku tidak merasa aman dan terpaksa mencari keselamatan di Timor barat.Wakil Bupati Belu, Gregorius Mau Bili, yang dihubungi di Atambua mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat Muspida dan telah menetapkan empat lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya eksodus warga Timor Leste dalam jumlah besar yakni Pasar Motaain, Pasar Turiskain, lapangan sepak bola Lakmaras, Kecamatan Reihat dan wilayah selatan di Boas, Kecamatan Malaka Timur. "Empat lokasi ini berada di dekat perbatasan kedua negara. Rapat juga memutuskan untuk mengaktifkan kembali posko Satkorlak penanganan pengungsi," katanya.Mengenai kondisi keamanan di wilayah perbatasan, Gregorius mengatakan tidak ada kejadian yang menonjol. Aparat keamanan melakukan aktivitas seperti biasa dan tidak terjadi eksodus besar-besaran sebagaimana yang diisukan banyak pihak. "Situasi keamanan di Timor Leste sudah kembali normal. Sedangkan di wilayah perbatasan masyarakat melakukan aktivitas sebagaimana biasanya," kata Gregorius.Danrem 161 Wirasakti Kupang Kolonel Inf. APJ Noch Bola, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, meski kondisi keamanan di Dili sudah mulai kondusif tetapi pasukan pengaman perbatasan RI tetap melakukan pengamanan secara ketat di sepanjang perbatasan. Semua pelintas batas diperiksa identitasnya. "Pengamanan ini dimaksudkan untuk mengetahui jumlah warga yang keluar masuk melalui perbatasan darat," lanjut Bola.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































