Travel Warning Australia Bisa Ancam Pariwisata di Indonesia
Minggu, 02 Apr 2006 12:42 WIB
Jakarta - Ketegangan hubungan Indonesia-Australia termasuk dikeluarkannya travel warning bagi warga Australia ke Indonesia, akan berdampak buruk bagi industri pariwisata Indonesia yang masih sekarat.Selama ini Australia adalah pasar ke dua yang dibidik setelah Jepang, walaupun animo datang ke Indonesia masih tinggi dan Bali tetap menjadi tujuan favorit turis asal negeri Kanguru itu.Demikian diungkapkan Wakil Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia Meity Robot kepada detikcom di Jakarta, Minggu (2/4/2006)."Turis Australia yang telah membooking untuk dua bulan kedepan belum membatalkan, karena mereka masih wait and see menunggu membaiknya hubungan kedua negara," tambah Meity.Meity mengaku baru saja mengetahui travel warning ini, oleh karenanya belum ada simulasi mengenai dampak penurunan pariwisata hingga berapa persen. Sebab turis Australia tidak akan gegabah untuk tidak mengindahkan travel warning.Menurutnya turis Australia adalah turis yang jeli karena mereka tidak akan berangkat ke suatu negara apabila tidak tercover asuransi."Mereka yang telah terlanjur berada di Indonesia atau berangkat hari ini bukannya tak mau menuruti travel warning tapi karena sudah dicover oleh asuransi maka mereka tinggal lebih berhati-hati, namun berbeda halnya apabila masih belum berangkat pihak asuransi tidak akan mau mengcover," jelas Meity.Dirinya yakin Bali tetap menjadi favorit destination turis Australia kendati ada masalah yang mengguncang kedua negara.Meity juga menyayangkan website Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang tidak selalu di update. Semestinya hal-hal seperti travel warning seperti itu sudah diinfokan sehinga para turis yang sedang dan akan melancong bisa mendapat kepastian informasi."Hal ini seharusnya sudah ada penjelasan dari pihak departemen pariwisata kan bisa lewat website, jadi websitenya bukan hanya berisi sambutan Menteri," keluhnya.
(arn/)











































