Polisi Pelototi Faskes di Lampung terkait Batas Biaya Tes PCR

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 22:34 WIB
Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno (kiri) dan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad (kanan)
Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno (kiri) dan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Foto: dok. Bidang Humas Polda Lampung)
Jakarta -

Polda Lampung dan jajarannya mengawasi penerapan batasan tarif tertinggi untuk tes PCR terkait COVID-19. Hal ini dilakukan setelah Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan RI menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR di semua fasilitas kesehatan Lampung beberapa hari lalu.

"Polda Lampung dan polres jajaran akan mengawasi pelaksanaan batas atas tarif pemeriksaan RT-PCR yang ditetapkan oleh Kemenkes RI pada semua fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, laboratorium, dan pemeriksaan lainnya, yang ada di Provinsi Lampung," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2021).

Pandra menjelaskan ada dua batasan tarif tes PCR yang ditetapkan oleh Kemenkes RI. Untuk di wilayah Jawa-Bali ditetapkan Rp 495 ribu, sedangkan untuk luar Jawa-Bali sebesar Rp 525 ribu.

"Standar tarif pemeriksaan RT-PCR ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat Provinsi Lampung yang membutuhkan pemeriksaan RT-PCR," ujar dia.

Pandra mengatakan batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR tersebut mulai berlaku Selasa (17/8), bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76. Pandra mengancam akan memproses hukum penyedia fasilitas kesehatan (faskes) yang mengenakan biaya tes PCR lebih tinggi dari ketentuan.

"Bila ada yang melebihi tarif yang telah ditentukan, instruksi dari Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno, akan dilakukan penegakan hukum sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku," tegas Pandra.

Pandra lantas mengingatkan tes dengan latar belakang penelusuran kontak (contact tracing) atau rujukan kasus COVID-19 ke RS yang diselenggarakan pemerintah daerah tak dipungut biaya.

"Penyesuaian harga acuan tertinggi pemeriksaan RT-PCR dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat di Provinsi Lampung agar memperoleh harga pemeriksaan RT-PCR mandiri yang wajar," pungkasnya.

(aud/idn)