KY Sesalkan Penyerangan Hakim oleh Aktivis Antimasker Banyuwangi

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 18:14 WIB
Jakarta -

Komisi Yudisial (KY) menyesalkan sikap aktivis antimasker di Banyuwangi M Yunus Wahyudi, yang menyerang ketua majelis hakim Khamozaru Waruwu. Penyerangan itu dilakukan sesaat setelah Khamozaru membacakan vonis 3 tahun penjara atas kasus terkait UU Kekarantinaan Kesehatan dan UU ITE.

"Komisi Yudisial (KY) sangat memahami bahwa ada perasaan adil atau tidak adil terkait suatu putusan. Namun KY mengimbau agar ekspresi keadilan itu dapat diterjemahkan melalui jalur-jalur formal, misalnya upaya hukum," kata jubir KY Miko Ginting kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).

Menurut Miko, tak seharusnya penyerangan itu dilakukan. Dia mengatakan terdakwa bisa melapor ke KY apabila merasa ada pelanggaran yang terjadi dalam proses persidangannya.

"Bahkan, apabila dirasa ada dugaan pelanggaran perilaku dari hakim, misalnya dalam memeriksa, mengadili, atau memutus perkara, maka dapat mengajukan laporan kepada KY," ujar Miko.

Miko pun berharap semua pihak menahan diri selama proses persidangan.

"KY berharap semua pihak dapat menahan diri, apalagi dari perbuatan bersifat fisik seperti ini," pungkas Miko.

Sebagaimana diketahui, Yunus resmi berstatus terdakwa setelah videonya beredar yang menyebutkan COVID-19 itu tidaklah nyata dan hanya rekayasa pemerintah setempat. Selain itu, Yunus terlibat aksi penjemputan paksa jenazah positif COVID-19 dari salah satu rumah sakit.

Aktivis antimasker Muhammad Yunus Wahyudi tersebut dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 45 huruf a juncto Pasal 28 UU No 19 Tahun 2016 ITE dan Pasal 93 UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam sidang vonis hari ini, tidak ada yang mengetahui rencana Yunus melakukan aksi nekat melakukan penyerangan terhadap majelis hakim. Tiba-tiba saja Yunus berjalan dan melompat ke meja memukul ketua majelis hakim. Sambil berteriak, Yunus mencoba memukul ketua majelis hakim yang baru saja membacakan vonis.

Selama persidangan berlangsung, Yunus pun tidak tampak memakai masker. Sesekali dia tersenyum, kemudian diam duduk. Tidak ada yang mengetahui rencana Yunus melakukan aksi nekat melakukan penyerangan terhadap majelis hakim.

"Woooooyy...," teriak Yunus sambil meloncat ke meja majelis hakim yang langsung diserbu polisi yang mengawal untuk mencegah tindakan lebih lanjut.

(asp/mae)