Dapat Arahan Prabowo, Walkot Bukittinggi Tunda Beli Mobil Dinas Baru

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 16:40 WIB
Wali Kota (Walkot) Bukittinggi, Erman Syafar (Jeka Kampai/detikcom)
Wali Kota (Walkot) Bukittinggi Erman Syafar (kiri) (Jeka Kampai/detikcom)
Bukittinggi -

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar bercerita soal arahan dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto terkait penggunaan anggaran di tengah pandemi Corona. Dia mengaku menunda pembelian mobil dinas baru setelah mendapat arahan dari Prabowo.

"Saya di awal waktu pelantikan, ditawarkan oleh internal pemerintahan. Apakah saya ingin membelanjakan anggaran yang telah disediakan untuk mobil dinas ini, dibelanjakan sekarang atau tidak," kata Erman kepada wartawan, Kamis (18/8/2021).

"Saya pikir karena masih dalam pandemi, berdasarkan arahan Bapak Prabowo (Ketum Gerindra) dan Andre Rosiade (Ketua DPD Gerindra Sumbar), bahwa seluruh kegiatan-kegiatan yang tidak terdampak pada pemulihan ekonomi masyarakat dan penanganan COVID, harap untuk pending terlebih dulu," sambungnya.

Erman, yang merupakan Ketua DPC Gerindra Bukittinggi, menyebut arahan itu disampaikan kepada semua kader Gerindra yang duduk di eksekutif dan legislatif. Atas dasar itu, dia menunda pembelian mobil dinas baru yang sudah dianggarkan.

"Saya juga teruskan pesan ini kepada Ketua DPRD Bukittinggi agar tidak dulu belikan mobil baru," ujar Erman.

Erman menyebut dia menggunakan mobil dinas lama dan kendaraan pribadi. Menurutnya, mobil dinas lama masih layak pakai.

Sebelumnya, pembelian mobil dinas baru menjadi polemik di Sumatera Barat. Hal ini terkait pembelian mobil dinas baru untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar senilai total Rp 2,9 miliar.

Berbagai pihak kemudian mengkritik pembelian mobil dinas baru itu. Pembelian mobil dinas baru saat pandemi Corona masih terjadi dianggap tidak etis.

Gubernur Sumbar Minta Maaf

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menyerahkan mobil dinas barunya kepada Satgas COVID-19. Mahyeldi juga meminta maaf.

Permohonan maaf itu disampaikan Mahyeldi dalam pertemuan di Gubernuran Sumbar, Kamis (19/8/2021). Dia merasa persoalan mobil dinas baru menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Assalamualaikum Bapak, Ibu, Ninik Mamak, alim ulama, cadiak pandai, masyarakat Sumatera Barat secara khusus, dan rakyat Indonesia umumnya. Mencermati isu mobil dinas kepala daerah Sumbar dalam 2 hari ini, maka saya atas nama pribadi dan pemerintah terlebih dulu menyampaikan permohonan maaf kepada kita semua karena telah menimbulkan keresahan dan jadi pembicaraan publik," kata Mahyeldi.

Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy disorot seusai pembelian mobil dinas baru dengan total anggaran Rp 2,9 miliar saat pandemi Corona masih terjadi. Dia berterima kasih atas kepedulian semua pihak terhadap isu ini.

"Sekali lagi atas nama pribadi dan pemerintah provinsi Sumatera Barat kami menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas kepedulian kita semua," kata dia.

(haf/haf)