Gubsu Mau Pakai Bus demi Pangkas Iring-iringan Mobil Saat Perjalanan Dinas

ADVERTISEMENT

Gubsu Mau Pakai Bus demi Pangkas Iring-iringan Mobil Saat Perjalanan Dinas

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 14:03 WIB
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi (Dok. Diskominfo Sumut)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan dia ingin menggunakan bus saat perjalanan dinas. Menurutnya, hal itu bisa memangkas biaya dan iring-iringan mobil dinas saat perjalanan ke luar kota.

Edy awalnya menjawab pertanyaan soal pembelian mobil dinas baru yang dilakukan Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti apa alasan Dosmar membeli mobil dinas baru.

"Saya tidak tahu sejauh mana kepentingan itu. Saya tidak tahu bagaimana transportasi dia saat ini," ucap Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (19/10/2021).

Meski demikian, dia mengatakan pembelian itu kemungkinan dilakukan karena mobil dinas Bupati Humbahas yang ada sudah tidak layak. Dia mengaku sering mengatakan kalau mobil dinas Bupati Humbahas sudah sangat jelek.

"Kalau mobil bupati sudah tak layak lagi harus diperbaharui," tuturnya.

"Tapi kayaknya jelek kali mobil Bupati, saya sering ngejek 'jelek kali mobil kau'. Pasti dia ada perhitungan, setingkat Bupati, masa gegabah," sambungnya.

Dia berharap pembelian mobil dinas baru tidak diributkan. Edy lalu bercerita soal rencananya mengganti mobil saat perjalanan dinas dengan bus.

"Jangan dibawa ke ranah politik. Seperti saya sedang mengadakan bus," ujar Edy.

Edy Rahmayadi kemudian menjelaskan alasan rencana pembelian bus itu. Dia mengaku ingin mengurangi biaya bahan bakar serta iring-iringan kendaraan saat kunjungan dinas ke luar Medan.

"Kenapa? Kalau saya pergi sampai ke, contohnya ke Sibolga atau Madina, berderet-deret ini mobil ini, saya, kepala dinas, panjang benar, berapa bahan bakar yang harus saya keluarkan," jelas Edy.

Dia menyebut pengadaan bus ini masih sebatas rencana. Meski demikian, dia menilai penggunaan bus ketika perjalanan dinas bisa lebih hemat.

"Belum, masih rencana. Kalau bisa kepala dinas ini satu bus, enak, bisa diskusi di situ," paparnya.

(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT