Hindari Tempat Keramaian

Antisipasi Teror 2 April

Hindari Tempat Keramaian

- detikNews
Sabtu, 01 Apr 2006 22:17 WIB
Jakarta - Sinyalemen aksi teror 2 April di Indonesia diminta jangan dianggap enteng. Masyarakat diminta menghindari tempat-tempat keramaian. "Tempat yang rawan adalah keramaian yang banyak dikunjungi orang dan tempat wisata karena korbannya bukan orang asing saja tapi warga Indonesia," kata pengamat intelijen, Wawan H Purwanto, kepada wartawan usai diskusi "Dialog nasional mengurai benang kusut Papua menuju pemulihan keamanan papua secara damai dan berkeadilan" di Gedung JMC, Jl Kebon Sirih, Sabtu (1/4/2006). Ia menduga tempat yang potensial menjadi sasaran adalah Jakarta, Semarang, Bali dan Surabaya. Namun sejauh ini belum ada data intelijen yang memperkuat dugaan AS itu. "Pesan itu masih normatif. Belum ada data pendukung yang boleh dipertanggungjawabkan," cetusnya. Apalagi, tambah Wawan, informasi yang diberikan AS tidak selalu akurat. Ia mencontohkan dahulu adanya informasi bom akan meledak di Hotel Hilton, Surabaya dan Bali. Tetapi hal itu tidak terjadi. Meski demikian, ia berharap aparat keamanan dan intelijen tetap memperketat pengawasan. Sebab, Wawan berpendapat saat ini adalah momen yang cukup bisa digunakan untuk melakukan aksi teror. Ia mengaku tidak bisa memastikan kelompok teror mana yang akan beraksi. "Semua kelompok bermain dan menunggu kalau saat tepat. Kalau aparat lemah maka mereka akan masuk," tandasnya. Amerika Serikat melansir adanya kemungkinan aksi teror di Indonesia pada 2 April besok. Sasarannya adalah orang asing dan pusat kepentingan asing. (ton/)


Berita Terkait