Pemerintah Diminta Tak Abaikan Ancaman Bom 2/4
Sabtu, 01 Apr 2006 19:56 WIB
Jakarta - Amerika Serikat menginformasikan ada kemungkinan aksi teror pada 2 April besok. Bahkan, Australia mengimbau warganya tidak bepergian ke Indonesia. Karena itu, pemerintah diminta tidak mengabaikan info tersebut."Ini tidak bisa diabaikan karena akan berdampak pada predikat dan devisa kita," ujar anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon, kepada wartawan usai diskusi "Dialog nasional mengurai benang kusut papua menuju pemulihan keamanan papua secara damai dan berkeadilan" di Gedung JMC, Jl Kebon Sirih, Sabtu (1/4/2006). Effendi menilai keluarnya travel warning dari Australia ini akan memperburuk hubungan dengan Indonesia. Sebab, saat ini hubungan RI-Australia sedang keruh akibat pemberian visa sementara kepada 42 warga Papua. "Pemerintah terlalu kooperatif terhadap Australia," tegas politisi FPDIP ini. Ia menjelaskan dalam rapat terakhir dengan Kepala BIN Syamsir Siregar beberapa waktu lalu, tidak disebutkan ada sinyal terjadi teror. Syamsir kala itu hanya menyebutkan modus operasi teror kelompok Noordin M Top sudah berubah. "Kalau Australia sudah mengeluarkan warning pasti melalui proses dan ada data akurat yang menjadi dasar," tandasnya. Kedubes AS di Jakarta, Jumat kemarin, menyebutkan akan terjadi aksi teror pada Minggu besok. Aksi itu akan dilakukan kepada orang asing dan kepentingan asing di Indonesia.
(ton/)











































