Mobilitas Diperlonggar, dr. Reisa Harap Tak Ada Kenaikan Kasus COVID

Khoirul Anam - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 22:52 WIB
dr Reisa Broto Asmoro.
Foto: screenshoot foto
Jakarta -

Mobilitas dan aktivitas masyarakat selama pandemi akan dibuka secara bertahap. Langkah pembukaan mobilitas dan aktivitas masyarakat ini diiringi dengan peningkatan cakupan vaksinasi, kepatuhan terhadap protokol Kesehatan, dan kecepatan testing, tracing dan treatment (3T).

Juru Bicara Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro berharap hal ini membuat pembukaan tidak memicu kenaikan penyebaran COVID-19 secara signifikan.

"Bapak Menko Marinves telah menjelaskan bahwa selama COVID-19 ini masih menjadi pandemi, PPKM ini akan tetap digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Jika situasi semakin membaik, menurut dr. Reisa, PPKM akan diturunkan ke level yang lebih rendah. Adapun pemerintah akan mengambil langkah secara bertahap untuk menyiapkan masyarakat Indonesia ke situasi kehidupan new normal atau adaptasi dengan kebiasaan baru.

Oleh karena itu, kata dia, evaluasi akan dilakukan setiap pekan agar setiap perubahan dapat direspons dengan cepat. Ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan perpanjangan PPKM sampai 23 Agustus mendatang. Menurutnya, selama kota dan kabupaten mengalami kemajuan dalam penerapan prokes, 3 T, dan cakupan vaksinasi, level PPKM di wilayah itu akan diturunkan. Dengan begitu, aktivitas masyarakat dapat dibuka secara bertahap.

Ia lalu memaparkan, pemerintah akan meningkatkan kapasitas maksimum untuk tempat ibadah menjadi 50 persen di kota/kabupaten yang menunjukkan perbaikan kinerja penanganan COVID-19. Selain itu, olahraga jenis outdoor yang dilakukan secara individu atau kelompok dengan jumlah tidak lebih dari 4 orang dan tidak melibatkan kontak fisik akan diizinkan beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Uji coba penerapannya akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada empat wilayah aglomerasi di Jawa-Bali seperti Jabodetabek, Bandung raya, Semarang Raya dan Gerbang Kertasusila di Jawa Timur," ujar dr.Reisa.

Selain itu, pemerintah akan meningkatkan kapasitas kunjungan pusat perbelanjaan/mall menjadi 50% selama sepekan ke depan. Peningkatan kapasitas ini juga akan diiringi dengan pemberian akses makan di tempat maksimal dengan kapasitas maksimal 25%, atau 2 orang per meja.

Ia meminta masyarakat untuk terus berkontribusi dengan menerapkan protokol kesehatan dan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. Meski masih terus disempurnakan, kata dia, PeduliLindungi berkontribusi dalam penanganan pandemi.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini PeduliLindungi telah mencatat lebih dari satu juta kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal.

"Tujuannya? membiasakan masyarakat untuk beradaptasi dengan pola hidup baru bahwa untuk pergi ke ruang publik sebaiknya kita dalam keadaan fit, sehat wal afiat, dan sebaiknya sudah divaksin," katanya.

Hal ini, lanjut dr. Reisa, sesuai dengan prinsip reciprocity yang ditegaskan komite ahli vaksinasi WHO yang disebut Sage. Artinya, masyarakat perlu memastikan sudah mendapatkan vaksinasi untuk menghargai dan melindungi mereka yang juga sudah divaksin terutama tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik, seperti petugas mal dan lainnya.

Ia menegaskan, Menko Marinves menyampaikan bahwa indeks komposit indikator PPKM mengalami peningkatan hampir di seluruh wilayah dibandingkan dengan akhir bulan lalu. Untuk itu, dr. Reisa meminta perlu diantisipasi jika terjadi peningkatan kasus harian antara 2-3 pekan mendatang.

"Masyarakat agar berhati-hati sekali keluar rumah dan pilah pilih kepentingan pergi keluar rumah, tinggal di dalam rumah apabila tidak memiliki kepentingan yang penting sekali," ujarnya.

(ega/ega)