Round-Up

Sungguh Tak Ada Akhlak Kelakuan Marbut Masjid Cabuli Belasan Anak

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 21:38 WIB

Pelaku Mengaku Nafsu

Pihak kepolisian mengungkap alasan KA melakukan aksinya. Berdasarkan pengakuannya, KA mengaku nafsu, namun istrinya kini telah berumur 67 tahun.

"Alasannya karena nafsu dan istrinya sudah berumur 67 tahun," kata Lando.

Lando mengatakan pelaku kerap membujuk anak-anak yang bermain di sekitar masjid dengan uang Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Beberapa korban bahkan dicabuli di masjid.

"Tidak (korban) yang berulang kali tapi berganti-gantian. Waktunya memang berulang tapi bukan orang yang sama berulang-ulang," ungkap Lando.

"(Pelaku mulai beraksi) antara bulan April sampai dengan bulan Juli 2021 jamnya setelah salat Zuhur dan salat Magrib," lanjutnya.

Lebih Selektif Pilih Marbut

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel buka suara terkait kejadian ini. DMI meminta ke depannya pengurus masjid lebih selektif memilih marbut.

"Atas kejadian ini pencabulan ini, memang pengurus masjid ini perlu lebih selektif dalam perekrutan marbut masjid, karena ini kan kalau fungsi tugas marbut masjid sangat vital, dia bertanggung jawab soal kebersihan dan lain-lain," kata Ketua Prima DMI Sulsel, Abdul Harus Zainuddin.

Abdul Haris mengatakan pelaku pencabulan adalah oknum. Abdul Haris berharap warga tidak takut membawa anak-anak mereka ke masjid setelah peristiwa ini. Apalagi DMI saat ini sedang gencar mengkampanyekan masjid ramah anak-anak. Bahkan idealnya masjid dijadikan rumah bermain untuk anak.

"Harapan saya, dengan kejadian ini, masyarakat tidak khawatir berlebih karena yang melakukan ini oknum. Tugas kita termasuk DMI adalah memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Bahkan idealnya masjid ada taman bermain untuk anak anak supaya anak anak betah di masjid, senang datang ke masjid," terangnya.

Yang menjadi persoalan, lanjut Abdul Haris, adalah soal perekrutan marbut yang tidak jelas, khususnya di Makassar. Tidak ada seleksi resmi yang dilakukan pengurus masjid.

"Sering datang ke masjid dan bersih-bersih masjid sudah disebut marbut. Secara de facto diangkat marbut, tetapi de jure tidak. Maka tentu ke depan pengurus masjid harus selektif betul-betul," sebutnya.


(maa/maa)