Overstay 500 Hari di Bali, Wanita Tanzania dan Bayinya Segera Dideportasi

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 20:03 WIB
Penyerahan WN Tanzania di Rudenim Denpasar (Dok. Kanwil Kemenkumham Bali)
Penyerahan WN Tanzania di Rudenim Denpasar (Dok. Kanwil Kemenkumham Bali)
Denpasar -

Seorang wanita berkebangsaan Tanzania bernama Glory Pius Nanai (28) dan bayinya bernama Galinda Kiril Valchev (5 bulan) segera dideportasi oleh pihak imigrasi. Mereka bakal dideportasi lantaran overstay di Bali.

"Orang asing tersebut dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan namanya dimasukkan ke dalam daftar penangkalan dikarenakan yang bersangkutan telah overstay lebih dari 60 hari dan masih berada di wilayah Indonesia," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Jamaruli menjelaskan, Glory Pius Nanai masuk ke Indonesia pada 23 Februari 2020 sendirian tanpa ditemani suaminya. Hingga kini suaminya sedang tidak berada di Indonesia.

Perempuan itu masuk menggunakan bebas visa untuk berlibur dan akhirnya overstay di Bali sekitar 500 hari. Ia tidak bisa pulang ke negaranya gegara terjebak karena pandemi. Ia pun kehabisan uang lantaran sebagian besarnya ia gunakan ketika melahirkan.

"Yang bersangkutan telah melanggar Pasal 78 ayat (3) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian di mana orang asing tersebut berada dalam wilayah Indonesia lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal yang telah ditentukan," terang Jamaruli.

Hingga saat ini, perempuan Tanzania dan bayinya itu ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar. Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengawal perempuan Tanzania dan bayinya itu ke Rudenim Denpasar dari tempat tinggalnya di Jalan Raya Uluwatu Nomor 108 Jimbaran, Kabupaten Badung.

Pada pukul 13.00 Wita, tim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar berangkat menuju Rudenim Denpasar dan tiba di lokasi pukul 14.00. Tim disambut oleh petugas Rudenim dengan langsung melakukan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan melakukan pengukuran suhu tubuh dan cuci tangan.

Selanjutnya tim dan WNA tersebut diterima oleh karyawan Rudenim untuk dilanjutkan pemeriksaan kesehatan, barang bawaan dan kelengkapan berkas. Tim dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar kemudian melakukan koordinasi serta serah terima orang asing tersebut untuk ditempatkan di Rudenim Denpasar.

Perempuan dan bayinya tersebut masih ditahan di Rudenim Denpasar karena pendeportasian hingga saat ini belum dapat dilaksanakan, mengingat yang bersangkutan belum memiliki tiket kembali ke negara asalnya.

(isa/isa)