Terus Turun, BOR Isolasi RS Rujukan Corona di Jakarta Kini 25%-ICU 49%

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 14:57 WIB
Seorang dokter berdiri di dalam salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Ilustrasi rumah sakit rujukan COVID. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melaporkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Corona atau COVID-19 terus menurun. Tercatat, keterisian tempat tidur isolasi menjadi 25 persen atau 2.347 bed.

"Tempat tidur atau BOR turun lagi menjadi 25 persen atau 2.347. ICU turun menjadi 742 atau 49 persen," kata Riza kepada wartawan, Rabu (18/8/2021).

Riza juga menyebut saat ini kawasan zona merah di Jakarta tersisa 3 titik. Dia optimistis dalam waktu dekat Jakarta segera menjadi wilayah zona hijau.

"Tinggal 3 RT mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa kembali oranye dan nanti pada akhirnya sampai hijau," imbuhnya.

Riza juga melaporkan capaian vaksinasi di Ibu Kota. Sejauh ini, 9,1 juta orang telah disuntik vaksin Corona dosis pertama dan 4,4 juta telah disuntik dosis kedua vaksin Corona di Jakarta.

"Alhamdulillah vaksin di Jakarta sudah mencapai 9.151.228 dosis pertama. Dosis kedua mencapai 4.434.796," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (16/8) lalu, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi di rumah sakit rujukan Corona atau COVID-19 berada di angka 27 persen. Sedangkan untuk ICU di angka 51 persen.

"Fasilitas tempat tidur (di RS COVID) dari 9.655 yang terpakai hanya 2.641, jadi turun di 27 persen. Ruang ICU yang terpakai hanya 784 atau 51 persen, mudah-mudahan hari-hari ke depan terus turun," kata Riza kepada wartawan, Senin (16/8/2021).

Riza meminta masyarakat tetap berada di rumah selama PPKM level 4. Dia mengatakan warga harus terus waspada terhadap Corona meski Jakarta telah keluar dari zona merah Corona.

(idn/idn)